PLPG (SOLOPOS/Dwi Prasetya)
Senin, 11 April 2016 14:40 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Pendidikan Share :

TUNJANGAN PROFESI
Duh, SKTP 1.465 Guru Solo Belum Keluar, Disdikpora Tak Tahu

Tunjangan profesi, masih ada ribuan surat keputusan tunjangan profesi guru dan pengawas yang belum keluar.

Solopos.com, SOLO–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo mencatat masih ada 1.465 surat keputusan tunjangan profesi (SKTP) guru dan pengawas sekolah bersertifikat yang hingga Senin (11/4/2016), belum keluar.

Hal tersebut diakui Kepala Bidang (Kabid) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikpora Solo, Sulardi, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin.

Sulardi menyebutkan jumlah guru pegawai negeri sipil (PNS) dan pengawas sekolah bersertifikat di Solo yang diajukan berkasnya ke pusat untuk proses pencairan tunjangan profesi triwulan I 2016 ini ada sebanyak 4.325 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 69 pengawas, 121 guru taman kanak-kanak (TK), 1.450 guru sekolah dasar (SD), 1.126 guru sekolah menengah pertama (SMP), 618 guru sekolah menengah atas (SMA), 941 guru sekolah menengah kejuruan (SMK).

Namun hingga Senin, SKTP untuk para pengawas dan guru-guru TK belum keluar 100 persen. Sementara untuk guru SD yang SKTP-nya belum keluar sebanyak 90 orang, guru SMP sebanyak 30 orang, guru SMA sebanyak 454 orang, dan guru SMK sebanyak 701 orang.

Sulardi menyatakan pihaknya tidak mengetahui detil alasan belum keluarnya SKTP tersebut. Namun menurutnya, kemungkinan prosesnya memang membutuhkan waktu. Sehingga pihaknya meminta para guru dan pengawas bersabar dulu.

“Untuk penyebabnya apa, kami tidak mengetahui detil karena ini langsung dari Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Ya untuk yang SKTP-nya belum keluar kita tunggu saja,” ujar Sulardi.

Saat ini, lanjunya, sembari menunggu SKTP yang belum keluar tersebut. Disdikpora Solo telah memverifikasi dan validasi terhadap SKTP guru yang telah keluar untuk memroses pencairan tunjangan profesi mereka.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…