Kaus Anak Arman Depari. (Istimewa/Instagram)
Senin, 11 April 2016 13:10 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

TRENDING SOSMED
Kaus “Aku Anak Arman Depari” Diklaim Sedang Ngetren di Medan

Trending sosmed kali ini hadir dari kaus “Aku Anak Arman Depari.”

Solopos.com, SOLO – Fenomena Sonya Depari mencuat usai videonya membentak-bentak Polwan beredar di Youtube. Bahkan, kata-kata gadis yang baru saja kehilangan bapanya ini menjadi tren.

Semenjak kasus ini merebak di media sosial, sejumlah oknum justru terlihat memanfaatkan. Dari pelaku bisnis ilegal akun abal-abal di media sosial hingga yang paling ngetren, penjual kaus bertulis “Aku Anak Arman Depari”.

Kabarnya, baik di Medan maupun di kota lainnya, mulai muncul kaus dengan tulisan demikain. Selain dijual secara langsung, banyak juga pedagang yang menjualnya secara online.

Lewat akun Instagram, salah seorang penjual mengaku langsung mendapatkan ide tersebut begitu kasus ini mencuat. Meurutnya, kaus ini cukup menarik perhatian karena juga dibuat berdasarkan meme-meme lucu yang beredar. Kaos Anak Arman Depari 1

Kaos tersebut dijual di dalam berbagai perangkat dan beredar di berbagai media sosial baik WatsApp maupun BBM.

Mereka pun menulis meme yang lebih menggelikan lagi kalau kaos tersebut sudah terbukti sakti bebas razia polisi, pasalnya sudah diuji coba di Medan dan terbukti manjur. Kaus tersebut tersebut tersedia dalam berbagai ukuran baik M, S, L, XL, XXL maupun XXXL. Bahkan juga terdapat berbagai pilihan warna, baik putih, hitam dan abu-abu.

Sebelumnya sejumlah siswi SMA di Kota Medan yang menggelar konvoi usai ujian nasional (UN) ditangkap polisi. Mobil Honda Brio yang berisikan sekitar tujuh siswi itu diberhentikan di Jalan Sudirman dekat Hotel Polonia karena kap belakangnya sengaja dibuka.

Namun, saat mobil diberhentikan dan para penumpang diminta turun, seorang siswi berseragam abu-abu yang berambut panjang marah-marah kepada Ipda Perida Panjaitan yang hendak menilang.

“Oke Bu, aku enggak main-main ya, kalau sampai fotoku masuk koran, aku tandai Ibu. Aku anak Arman Depari,” katanya sambil menunjuk-nunjuk polwan tersebut, Rabu (6/4/2016).

Ipda Perida merespons dengan tenang. Saat awak media kembali mengonfirmasi apakah Arman Depari yang dimaksudnya adalah Irjen Arman Depari yang kini menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan BNN, siswi ini terdiam sambil menutupi wajahnya dengan rambut.

Setelah itu, Ipda Perida pun menasihati para siswi itu dan membiarkan mereka pergi.

“Setelah ini kalian langsung pulang ya, langsung ke rumah ya, jangan konvoi lagi. Ini buat kalian juga lho,” ucapnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…