Senin, 11 April 2016 07:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PILKADA JOGJA
Tak Hadir Prakonvensi, 2 Nama Dicoret dari Daftar Bakal Calon Walikota Jogja Independen

Pilkada Jogja akan digelar tahun depan, namun penjaringan bakal calon dari independen telah dimulai

Solopos.com, JOGJA-Dua bakal calon walikota dan wakil walikota hasil penjaringan masyarakat Jogja Independen (Joint) disiskualifikasi karena tidak hadir dalam acara prakonvensi yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (10/1/2016).

Keduanya adalah Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Bidang Kemahasiswaan, Siti Ruhaini Dzuhayatin dan aktivis sosial Titik Hariyanto. “Kami mengapresiasi keduanya sudah berkontribusi dalam bursa bakal calon walikota dari Joint,” kata Fasilitator Joint Eddy Purjanto di Sekretaris JOINT.

Eddy mengungkapkan ketidak hadiran Siti Ruhaini karena masih berada tertahan di Ramahal, Palestina dalam misi kemanusiaan, sehingga tidak sempat hadir. Sementara Titok Hariyanto, kata Eddy, sampai Minggu sore, belum ada konfirmasi atas ketidak hadirannya di prakonvensi.

Menurut Eddy prakonvensi merupakan agenda adu visi misi semua bakal calon yang masuk dalam bursa Joint. Ajang prakonvensi juga merupakan momen penting karena tim panel sudah mulai melakukan penilaian.

Dari 15 bakal calon yang terjaring, 13 bakal calon telah menyampaikan visi misinya dihadapan tim panel. Mereka juga diminta memaparkan terkait persoalan keistimewaan DIY, tata kota Jogja, dan politik anggaran. Setelah itu mereka juga diminta ketegasan untuk memilih jadi calon walikota, calon wakil walikota, atau memilih keduanya.

Hasilnya dua bakal calon memilih dicalonkan jadi walikota, seorang milih dicalonkan jadi wakil walikota. Selebihnya memilih keduanya. “Pilihan ini penting karena akan menjadi pertimbangan tim panel siapa yang akan lolos dalam lima besar,” papar Eddy.

Saat ini pihaknya masih menantikan hasil penilaian oleh tim panel yang dikoordinatori oleh Suparman Manzuki (mantan ketua Komisi Yudisial). Hasilnya akan diumumkan pada 13 April mendatang lima besar bakal calon yang lolos seleksi prakonvensi.

Kelima bakal calon yang lolos, kata Eddy, bakal dipanelkan kembali secara terbuka oleh masyarakat. Rencananya ada 600 orang perwakilan semua stakeholder di Jogja untuk menilai kelima bakal calon.

Eddy menegaskan meski tim panel harus memilih lima orang, dari hasil prakonvensi semua bakal calon yanh hadir mempunyai harapan besar dalam membangun Kota Jogja.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…