Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara) Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Senin, 11 April 2016 01:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

PEMBUNUHAN TRENGGALEK
Penemuan Mayat di Kolong Tempat Tidur, Polisi Buru Suami Korban

Pembunuhan Trenggalek terus diselidiki oleh polisi.

Solopos.com, TRENGGALEK – Aparat Kepolisian Resor Trenggalek terus berupaya mengungkap  kasus dugaan pembunuhan terhadap Tutik Handayani, 30, warga Desa Tawing, Munjungan, Trenggalek.

Korban ditemukan tewas dengan tubuh terbungkus selimut di kolong tempat tidur di rumahnya, Sabtu (9/4/2016) malam. Polisi mengerahkan dua tim buru sergap untuk mengejar Suratman, 40, suami korban yang yang diduga menjadi pelaku tunggal pembunuhan itu.

“Segera begitu selesai olah TKP [tempat kejadian perkara] tadi malam anggota kami kerahkan untuk melacak keberadaan suami korban,” kata Kasubbag Humas Polres Trenggalek Iptu Adit Suparno di Trenggalek, Minggu (10/4/2016).

Menurut Adit, ada dua tim dikerahkan. Satu tim ditugaskan untuk melacak serta menginventarisasi sanak-famili Suratman di Jawa, dan satu tim lainnya dikirim ke daerah asal suami korban di Kalimantan Timur.

“Dugaan memang mengarah ke suami korban, karena sebelumnya beberapa saksi warga sekitar sempat mendengar terjadi pertengkaran di dalam rumah Tutik,” ujar dia.

Selain kesaksian warga, kata Adit, dugaan itu juga dikuatkan dengan fakta menghilangnya Suratman beserta anaknya yang masih kecil bernama Caca, 4, sejak tiga hari sebelum mayat korban ditemukan.

“Indikasi pembunuhan sangat kuat karena saat ditemukan mayat dalam kondisi mulut tersumpal kain,” ucap dia. Adit menambahkan jenazah korban masih diautopsi di RSUD dr. Soedomo, Trenggalek.

Peristiwa pembunuhan tersebut pertama kali diketahui oleh ibu korban yang baru pulang dari Kota Malang. Informasi dari polisi maupun warga Munjungan, saat ditemukan pada Sabtu sekitar pukul 19.30 WIB jasad Tutik Handayani sudah mengeluarkan bau tak sedap (membusuk).

Saat digeledah warga, kata warga Munjungan bernama Hadi, posisi mayat berada di kolong tempat tidur dengan sebagian tubuh dari kepala hingga lutut tertutup selimut.

“Penyebab kematian masih diselidiki. Ada kemungkinan korban dipukul lebih dulu menggunakan benda tumpul sebelum mulutnya disumpal kain hingga tewas. Ada beberapa luka lebam di tengkuk dan beberapa bagian tubuh,” kata Adit.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…