Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (JIBI/Solopos/Antara/Dok.) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (JIBI/Solopos/Antara/Dok.)
Senin, 11 April 2016 11:50 WIB Insetyonoto/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PEMBANGUNAN JATENG
Tuai Kritik di Medsos, Ganjar Inginkan Sosok Bandung Bondowoso

Pembangunan Infrastruktrur di Jateng dikeluhkan masyrakat lewat media sosial Twitter kepada Gubernur Ganjar Pranowo.

Solopos.com, JEPARA – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mencari sosok Bandung Bondowoso, yang dapat menyelesaikan pembangunan dalam waktu satu malam.

Bandung Bodowoso adalah tokoh sakti dalam cerita rakyat Jawa Tengah yang dapat membangun 1.000 candi hanya dalam waktu satu malam. Tokoh sakti ini terdapat dalam cerita rakyat asal usul Candi Prambanan.

Ganjar mengaku butuh sosok Bandung Bondowoso menyusul banyaknya protes dari masyarakat melalui media sosial Twitter terkait pasokan listrik serta infrastruktur jalan yang jelek di Kepulauan Karimunjawa, Jepara.

“Saya mencari Bandung Bodowoso, tapi sayangnya belum ada. Mungkin orangnya sudah pergi entah ke mana,” kelakar Ganjar pada peresmian objek wisata Jepara Ocean Park di Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara, Minggu (10/4/2016).

Menurut Ganjar, dalam membangun tidak bisa dikerjakan seketika karena butuh tahapan-tahapan. Ia mencontohkan seperti permasalahan pasokan listrik di Karimunjawa yang sekarang sudah 18 jam per hari, demikian juga dengan infrastruktur jalannya sudah baik.

“Melalui Twitter saya jawab kalau dibandingan sebelumnya listrik di Karimunjawa belum 18 jam, demikian kondisi jalan sekarang dibandingkan sebelumnya baik sekarang. Jadi perlu waktu, kalau ingin seketika ya perlu sosok Bandung Bondowoso,” ujarnya.

Gubernur dalam kesempatan itu juga mengatakan tidak ingin menjadikan objek wisata Karimunjawa menjadi Pulau Bali II.

“Karimunjawa dibangun dengan kearifan lokal. Tidak ingin menjadikan Karimunjawa sebagai Bali kedua,” tandas Ganjar.

Karimunjawa imbuh Ganjar, telah menjadi destinasi wisata utama di Indonesia. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng akan terus dilakukan pembenahan.

“Selain Karimunjawa ada tiga destinasi wisata lainnya di Jateng yang akan dikembangkan yakni Candi Borobudur, Dataran Tinggi Dieng, dan museum Purbakala Sangiran,” beber dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Prasetyo Aribowo mengungkapkan penyusunan rencana induk empat destinasi wisata utama merupakan kebijakan dari Kementerian Pariwisata.

“Kami sedang menyusun master plan, Karimunjawa, Candi Borobudur, Dataran Tinggi Dieng, dan museum Sangiran untuk diatur mengenai zonasi, penggunaan tata ruang, sistem transportasi, pengelolaan branding, dan promosi,” ungkap dia.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…