Jalan Malioboro kini lengang dari parkir sepeda motor, setelah relokasi parkir ke Jalan Abu Bakar Ali mulai diberlakukan, Senin (4/4/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja) Jalan Malioboro kini lengang dari parkir sepeda motor, setelah relokasi parkir ke Jalan Abu Bakar Ali mulai diberlakukan, Senin (4/4/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 11 April 2016 11:55 WIB Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PARKIR MALIOBORO
Usai Penataan Parkir, Pendapatan Pedagang Kerajinan Menurun

Parkir Malioboro direlokasi ke gedung Abu Bakar Ali, namun ini berakibat pada pendapatan pedagang yang menurun

Solopos.com, JOGJA—Sisi timur sepanjang Jalan Malioboro yang biasanya penuh sesak dengan sepeda motor yang diparkir kini lengang setelah ada penataan. Tak hanya berpengaruh pada tukang parkir, penataan parkir di sepanjang jalan Malioboro dinilai membawa dampak pada omzet pedagang di sepanjang jalan Malioboro.

Salah satu pedagang kerajinan di Malioboro Paul Zulkarnaen mengatakan, penurunan yang ia alami bisa mencapai 50% hingga 60% dari omzet biasanya. Untuk hari-hari biasa, rata-rata ia bisa mengantongi pendapatan Rp100.000 hingga Rp300.000 per hari.

“Penjualan turun. Mungkin karena pengunjung belum terbiasa dengan penataan parkir.  Mereka masih bingung,” papar dia, Minggu (10/4/2016).

Pria yang menjadi perwakilan pedagang di UPT Malioboro mengaku optimistis pengunjung akan kembali normal seiring berjalannya waktu. Diperkirakan setelah  beberapa bulan, wisatawan akan mulai terbiasa dan omzet pedagang kembali normal.

“Tapi, turunnya omzet ini mungkin juga karena saat-saat  ini bukan musim liburan,” papar dia.

Penghasilannya memang turun jika dibandingkan dengan masa liburan Paskah beberapa waktu lalu. Saat ramai-ramainya, ia mengaku tak jarang mendapatkan penghasilan di atas Rp1 juta per hari.

Ia menyimpulkan, turunnya pengunjung dan omzet bisa dipengaruhi dua hal yakni penataan parkir dan juga bukan musim liburan panjang. Menurutnya, Malioboro akan tetap menarik karena merupakan ikon Jogja.

“Kita lihat saja nanti saat libur Lebaran. Dari situ bisa dilihat, apakah [penataan parkir] memang berpengaruh pada penjualan atau tidak,” papar dia.

Penataan itu juga berpengaruh pada omzet tenant di Malioboro Mall. Eunike Set Satyarini, Marketing Promotion Mal Malioboro menungkapkan, ada keluhan dari beberapa tenant di Malioboro mall terkait turunnya jumlah pengunjung. “Mereka mengeluh karena pengunjung berkurang sehingga omzetnya turun  rata-rata 30 persen,” papar dia.

Mengenai area parkir, Malioboro Mall bisa menampung hingga 800 unit mobil setiap hari terutama saat akhir pekan. Untuk pengunjung yang membawa kendaraan sepeda motor, memang harus parkir di kawasan parkir Abu Bakar Ali (ABA). “Untuk sementara memang begitu [parkir sepeda motor di ABA] tetapi, kami belum tahu ke depannya akan seperti apa,” papar dia.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…