Presiden Barack Obama (madamasr.com) Presiden Barack Obama (madamasr.com)
Senin, 11 April 2016 23:10 WIB JIBI/Solopos/Newswire Internasional Share :

Obama Ungkap Kesalahan Terbesarnya Jadi Presiden, Apa?

Obama mengungkapkan kesalahan terbesarnya sejak menjabat presiden AS sejak 2009 silam.

Solopos.com, SOLO – Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama mengungkapkan kesalahan terbesarnya sejak menjabat sebagai presiden Amerika Serikat 2009 silam. Ia mengatakan tidak matangnya perencanaan pasca-penggulingan diktator Libya Moammar Kadhafi pada 2011 sebagai “kesalahan terbesarnya”.

Pernyataan tersebut disampaikan Obama di acara Fox News Sunday bersama Chris Wallace. Sang pembawa acara menanyakan hal apa yang paling disesalinya menjelang akhir masa jabatannya di Gedung Putih.

“Mungkin kegagalan untuk merencanakan pasca-kejadian tersebut,” kata Obama dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan Minggu, 10 April 2016, seperti Liputan6.com dari Strait Times, Senin (11/4/2016).

Namun, Obama menegaskan, intervensi di Libya adalah tindakan yang tepat. Operasi di Libya dan kekacauan yang terjadi di sana sebagai akibatnya, mengemuka kembali dalam kampanye pemilihan presiden 2016. Salah satu yang jadi sorotan adalah meningkatnya kehadiran ISIS di sana dan serangan udara AS untuk mengendalikannya.

Sementara itu sang presiden mengaku, hari terbaiknya selama menjabat sebagai presiden adalah saat usulan kebijakan mengenai asuransi kesehatan bagi rakyat Amerika Serikat – yang populer dengan Obamacare – diloloskan parlemen.

Sementara, hari terburuk bagi Obama adalah ketika ia berkunjung ke Newton pascapenembakan yang menewaskan 20 anak-anak dan 6 orang dewasa di Sekolah Dasar Sandy Hook, Connecticut.

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…