Sejumlah polisi Polres Karanganyar membentangkan spanduk anti-narkoba dan gaya hidup sehat saat Operasi Bersinar Candi 2016 di Terminal Karangpandan, Karanganyar, Minggu (10/4/2016). (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Senin, 11 April 2016 15:33 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

NARKOBA KARANGANYAR
Sopir Angkutan di Karangpandan Dites Urine

Pemberantasan narkoba di Karanganyar terus digalakkan dengan menyasar di semua lapisan masyarakat.

Solopos.com, KARANGANYAR – Tim Polres Karanganyar menggelar sosialisasi anti-narkoba di Terminal Karangpandan, Karanganyar, Minggu (10/4/2016).

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah polisi wanita (Polwan). Pantauan solopos.com, kegiatan diisi dengan pemeriksaan sampel urine para sopir angkutan yang sedang mangkal di terminal.

Sejumlah polisi juga memasang stiker anti narkoba di kaca bagian depan angkutan umum. Sebagian lain polisi membentangkan dan memasang spanduk anti narkoba di terminal.

“Kegiatan ini merupakan Operasi Bersinar Candi 2016,” ujar Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra, melalui Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Suryo Wibowo, saat ditemui wartawan.

Rencananya, sosialisasi anti-narkoba dan pemeriksaan urine secara mendadak, akan digencarkan hingga 20 April 2016. Sasaran pemeriksaan urine semua elemen masyarakat Karanganyar.

“Pemeriksaan urine mendadak, sembari sosialisasi anti-narkoba akan kita lakukan terus hingga 20 April. Sasarannya tidak hanya para sopir, tapi semua elemen masyarakat,” imbuh dia.

AKP Suryo menjelaskan, sebelumnya polisi sudah melakukan tes urine secara acak kepada para pengguna jalan. Kegiatan tersebut akan ters berlanjut untuk mempersempit peredaran narkoba.

“Hasil tes urine bisa langsung diketahui saat tes berlangsung, tidak lama. Kami gunakan alat yang bisa langsung menunjukkan hasil tes. Jadi kegiatan kami cukup efisien dan efektif,” kata dia.

Selain sosialisasi dan pemeriksaan sampel urine, menurut Suryo, polisi sudah melakukan beberapa penangkapan pengguna narkoba. Tapi dia mengaku tidak hafal datanya.

“Kami juga akan menyasar ke sekolah-sekolah. Para siswa akan dites urine untuk mengetahui sejauh mana peredaran narkoba di Karanganyar. Mudah-mudahan tidak ada yang positif,” ujar dia.

Disinggung hasil tes urine terhadap para sopir angkutan di Terminal Karangpandan, Suryo menyatakan tidak ada yang positif. Artinya tak ada sopir yang menggunakan narkoba.

Terpisah, Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Karanganyar, Rohadi Widodo, mendukung penuh Operasi Bersinar Candi 2016 yang menyasar pengguna dan pengedar obat-obatan terlarang.

Dia berharap kegiatan tersebut efektif menangkal peredaran narkoba di Bumi Intanpari, utamanya di kalangan pelajar. Dia mensinyalir peredaran narkoba semakin mengkhawatirkan.

“Operasi Bersinar Candi 2016 bagus sekali untuk mempersempit peredaran narkoba di Karanganyar. Negara saat ini sedang darurat narkoba. Situasi ini butuh perhatian kita bersama,” tutur dia.

Rohadi menjelaskan, pihaknya juga tengah getol memerangi peredaran narkoba di Karanganyar. Salah satunya dengan menggelar tes urine dadakan bagi pejabat eselon II dan III.

 

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…