Fungsionaris PDIP Jateng Bambang Wuryanto. (Insetyonoto/JIBI/Solopos) Fungsionaris PDIP Jateng Bambang Wuryanto. (Insetyonoto/JIBI/Solopos)
Senin, 11 April 2016 15:40 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

KONFLIK PDIP KARANGANYAR
DPD PDIP Jateng Pastikan Pengurus 5 PAC di Karanganyar Sudah Terbentuk

Konflik PDIP Karanganyar, Ketua DPD PDIP Jateng menyatakan kepengurusan 5 PAC di Karanganyar clear.

Solopos.com, KARANGANYAR–Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah (Jateng), Bambang Wuryanto, menyatakan kepengurusan lima pimpinan anak cabang (PAC) PDIP Karanganyar yang deadlock saat musancab 2015 lalu, sudah terbentuk.

Struktur kepengurusan tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat. Penjelasan itu disampaikan Bambang saat dihubungi Solopos.com, melalui telepon seluler (ponsel), akhir pekan lalu. Menurut dia ada 16 PAC di Jateng yang saat ini mengalami masalah yang sama.

“Sudah selesai, cuma belum diumumkan. Nanti sebentar lagi,” tutur dia.

Bambang mengatakan pengumuman kepengurusan lima PAC di Karanganyar dilakukan setelah agenda nyekar dari Blitar. Menurut dia, kepengurusan lima PAC disusun bersama DPP PDIP.

Tidak ada lagi mekanisme musyawarah anak cabang (musancab). “Musancab kan sudah dilakukan. Karena tidak ada mufakat, sehingga permufakatan dibuat bersama-sama DPP. Dari 573 PAC di Jateng, tinggal 16 yang belum, termasuk Karanganyar,” imbuh dia.

Bersasarkan catatan Solopos.com, lima PAC di Karanganyar yang belum mempunyai kepengurusan yaitu Jaten, Matesih, Mojogedang, Ngargoyoso, dan Gondangrejo. Proses musyawarah anak cabang (Musancab) di lima PAC tersebut deadlock, dan tak kunjung rampung.

Situasi itu memantik gelombang protes dair kader dan eks pengurus ranting PDIP di masing-masing PAC. Penjelasan itu disampaikan Ketua DPC PDIP Karanganyar, Endang Muryani, Senin. Dia mengaku kerap mendapat pertanyaan ihwal penyelesaian lima PAC.

“Sebagian datang ke kantor DPC PDIP bertemu dengan kami, menanyakan langkah-langkah teng telah diambil DPC,” tutur dia. Endang mengaku sudah melakukan langkah-langkah normatif dan pendekatan personal kepada pengurus DPD PDIP Jateng.

Dia menerangkan persoalan belum adanya kepengurusan di lima PAC merupakan kewenangan DPD PDIP Jateng. Mekanisme penyelesaiannya tidak memerlukan musancab ulang. Endang mengatakan belum selesainya masalah di lima PAC membuat kinerja partai tak optimal.

Sebab hanya 12 kepengurusan PAC dari total 17 PAC yang bisa dilibatkan dalam kegiatan partai. “Gelombang protes teman-teman kader dari lima PAC sesungguhnya bukti rasa cinta kepada partai,” tutur Hendardi Heru Santoso, kader PDIP Mojogedang.

lowongan pekerjaan
PT.MERAPI ARSITA GRAHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…