Souvenir produksi Cera Production. (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) Souvenir produksi Cera Production. (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 11 April 2016 20:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KISAH INSPIRATIF
Kreatif, Tiga Sekawan Ini Mengemas Gasing Jadi Souvenir Unik

Kisah inspiratif datang dari tiga sekawan dari Sleman

Solopos.com, SLEMAN- Bisnis pembuatan souvenir sudah banyak digandrungi para kreator muda di Jogja. Bermodal kemampuan desain, mereka melayani konsumen yang ingin memiliki souvenir khas ala perusahaan mereka sendiri.

Souvenir yang banyak ditemui hanya terbatas payung, mug, block note, sticky note, dan kalender. Keterbatasan ini kemudian menjadi dasar Cera Production, sebuah corporate gift di Jogja, untuk mengembangkan jenis souvenir yang belum banyak dilirik para kreator.

Dari hasil survei berkeliling Jawa selama satu minggu, tiga sekawan pendiri Cera Production yakni Rizal Kasim, Finna Oktasari, dan Kurniawan, menyimpulkan bahwa pengrajin permainan tradisional semakin langka.

Kalaupun ada, mereka menjual mainannya hanya seharga di bawah Rp10.000. Muncul dalam benak pikiran mereka untuk meningkatkan nilai jual permainan tradisional melalui peningkatan kualitas kemasannya.

Melalui kemampuan desain kreatif dan bisnis yang mereka miliki, mereka memutuskan untuk menambah souvenir gasing dan kreketan dalam deretan koleksi souvenir yang telah mereka ciptakan.

Gasing dan kreketan itu mereka kemas dengan polesan warna yang menawan, ukiran yang indah, serta packaging yang berkelas sehingga meningkatkan nilai jualnya hingga Rp50.000.

Rizal yang menjabat sebagai Managing Director beranggapan, tanggung jawab meningkatkan derajat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga menjadi tanggung jawabnya.

“Saya bilang sama pengrajin, sudahlah Bapak tinggal di rumah saja, buatkan gasing untuk kami, yang biasa Bapak jual Rp5.000 kami beli Rp20.000,” tutur Rizal di kantornya di Jl. Pawirokuat No. 21 Congcongcatur, Depok, Sleman.

Dari situlah Cera Production berani mengembangkan souvenir permainan tradisional. Souvenir ini dilaunching tahun ini. Pada kardus kemasannya, Cera juga menyertakan sekelumit cerita pendek tentang filosofi gasing dan kreketan.

Cera Production lahir dari sebuah bisnis jasa desain dan iklan pada 2009. Bisnis tersebut kurang dihargai masyarakat karena dianggap gratis oleh mereka.

“Bisnis jasa desain kita stop lalu fokus pada merchandise karena bermula dari klien yang tidak hanya konsultasi desain tetapi sekaligus ingin diproduksikan. Dan 2012, kami fokus corporate gift,” kata pria 28 tahun asal Gorontalo ini.

Rizal, Finna, dan Wawan memasarkan hanya melalui situs online. Meski begitu, pelanggannya datang dari kalangan pengusaha besar sampai tingkat BUMN. “Ada Pertamina, BRI, Garuda Indonesia, hotel-hotel di Bali. Persebaran kita justru Batam, Kalimantan, Bali, Sulawesi. Jogja sudah banyak yang main,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…