Ilustrasi kecelakaan kerja (Dok/JIBI) Ilustrasi kecelakaan kerja (Dok/JIBI)
Senin, 11 April 2016 21:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KECELAKAAN KERJA UNGARAN
1 Orang Tewas Tertimbun dan 1 Tersengat Listrik, Dua Kontraktor Disemprit

Kecelakaan kerja Ungaran yang menimpa dua pekerja hingga tewas menimbulkan keprihatinan dari Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang.

Solopos.com, UNGARAN – Dua kontraktor yang beroperasi di Kabupaten Semarang mendapat peringatan keras dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Semarang. Peringatan ini menyusul kecelakaan kerja yang dialami dua pekerja di perusahaan itu.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang, Soemardjito, mengaku telah memanggil kedua kontraktor perusahaan konstruksi itu. Pemanggilan dilakukan lantaran para pelaku usaha itu dianggap lalai dalam memberikan perlindungan kerja kepada pekerjanya.

“Ketika mulai melakukan aktivitas di sini mereka tidak melapor. Semestinya, sesuai aturan ketenagakerjaan, setiap aktivitas usaha harus lapor sehingga kami tahu upaya perlindungan dalam rangka keselamatan pekerja,” ujar Soemardjito kepada wartawan di ruang dinasnya, Senin (11/4/2016).

Dua kontraktor yang dipanggil itu satunya merupakan kontraktor di PT Tri Tunggal Jaya Utama, yang merupakan rekanan penggarap pembangunan gedung kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Jateng tahap III di Jalan Soekarno Hatta 10 A, Kecamatan Bergas. Sementara, satu kontraktor lagi yang dipanggil adalah Sukiyar, warga Lerep, Ungaran Barat, yang melakukan pengerjaan pembangunan ruko Alun-alun Centre di kawasan Alun-alun Lama Ungaran.

Dari hasil pengecekan yang dilakukan tim pengawas keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang, seorang pekerja TTJU tewas tertimbun tanah pada Sabtu (2/4), yakni Sriyono, 30, warga Klaten, saat menggali tanah untuk pondasi bangunan gedung serba guna BPTP.

“Klarifikasi dari Antoni, wakil manajer perusahaan itu, korban saat itu sedang ada di lubang untuk pembuatan pondasi, ketika tiba-tiba tanah di sekitarnya ambrol dan menimbunnya,” terang petugas pengawas K3 Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang, Susiwi.

Sementara kecelakaan kerja lainnya menimpa Jarno Saifudin, 30, warga Desa Kandangan, Bawen, Kabupaten Semarang, karena tersengat listrik saat mengerjakan proyek di ruko Alun-alun Centre.

“Sukiyar langsung kami tegur karena ternyata 40 pekerjanya, termasuk korban, belum terdaftar di BPJS. Untuk Tri Tunggal seluruh pekerjanya sudah terdaftar di BPJS,” kata Soemarjito.

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi mebel, Drafter, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Gerai Matahari dan Penjualan Kembali ke Fungsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Flo. Kus Sapto W., seorang praktisi pemasaran. Alamat e-mail penulis adalah floptmas@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Berita akan ditutupnya dua gerai Matahari di Pasaraya Manggarai dan Blok M, Jakarta, cukup menarik…