Pengunjung menerobos garis polisi yang dipasang di semburan air bercampur lumpur di Desa Jari, Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (10/4/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Aguk Sudarmojo)
Senin, 11 April 2016 23:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

FENOMENA ALAM BOJONEGORO
Semburan Lumpur di Jari akan Dialirkan ke Sungai, Ini Alasannya

Fenomena alam Bojonegoro berupa semburan lumpur di Desa Jari akan dialirkan ke sungai.

Solopos.com, BOJONEGORO – Aliran air bercampur lumpur yang terjadi di Desa Jari, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, akan diarahkan ke sungai agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

“Pengamanan semburan lumpur bercampur air sudah kami koordinasikan dengan pihak desa, yang saat ini baru melakukan pembahasan,” kata Kasi Pencegahaan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Sukirno, di Bojonegoro, Senin (11/4/2016).

Ia mengaku BPBD juga memperoleh masukan dari Kodim 0813 agar pemerintah kabupaten (pemkab) membentuk tim khusus untuk menangani terjadinya semburan lumpur bercampur air sejak Kamis (7/4/2016) di Desa Jari.

“Pengamanan semburan lumpur bercampur air akan diusahakan dengan mengalirkan air ke sungai, agar tidak meluber ke areal pertanian,” papar dia.

Ia menambahkan BPBD akan mengirimkan tenaga kerja, kalau memang pihak desa membuat keputusan melakukan kerja bakti untuk mengalirkan air bercampur lumpur di empat lokasi di desa setempat.

“Kami juga masih menunggu hasil uji kandungan air bercampur lumpur itu dari Laboratorium di Mojokerto,” ucap dia.

Menurut dia, uji laboratorium diperlukan untuk mengetahui tingkat pencemaran air bercampur lumpur yang masuk ke sungai. Sebab, air bercampur lumpur yang keluar dengan debit sekitar 1 liter per detik itu, masuk ke Kali Keramat, kemudian masuk Kali Gondang, sebelum akhirnya masuk Waduk Pacal.

“Dari uji kandungan di laboratorium akan diketahui air bercampur lumpur, yang keluar itu, dampaknya bagi manusia, tanaman atau hewan,” ucap dia.

Anggota Karang Taruna Desa Jari, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Woko, Minggu (10/4/2016), mengatakan warga dari lokal juga luar daerah datang ke lokasi setempat sehari setelah diketahui ada semburan air bercampur lumpur itu.

“Sehari setelah muncul semburan, banyak warga datang untuk menonton,” ucap dia, dibenarkan warga lainnya.

Seorang pelajar SMAN Gondang, Bojonegoro Yoga, yang datang bersama sejumlah teman-temannya mengambil lumpur beberapa botol, untuk dibawa pulang.

“Akan saya teliti di laboratorium sekolahan saya,” ucap dia.

Sementara itu, ahli tektonik Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPNV) Yogyakarta Dr. Jatmiko Setiawan menyatakan semburan lumpur bercampur air di Desa Jari, Kecamatan Gondang, tidak berbahaya bagi manusia.

“Disimpulkan bahwa yang keluar di kawasan tersebut sebenarnya hanya gas dan tidak akan terjadi seperti kejadian di Lapindo Sidoarjo,” kata dia.

lowongan pekerjaan
PT. SEJAHTERA MOTOR GEMILANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….