Pengrajin batu bata di Desa Kadireso, Teras, Boyolali menunjukkan lokasi batu berukuran besar di lokasi yang pernah ditemukan Arca Bodhisatwa, Minggu (10/4/2016). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Senin, 11 April 2016 07:50 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Boyolali Share :

BENDA BERSEJARAH BOYOLALI
Penemu Arca Bodhisatwa di Kadireso Pertanyakan Kompensasi

Benda bersejarah Boyolali, warga mempertanyakan kompensasi.

Solopos.com, BOYOLALI–Warga yang menemukam Arca Bodhisatwa di Dukuh Ngares, Desa Kadireso, Teras mepertanyakan pemberian kompensasi yang sebelumnya pernah dijanjikan Balai Pelestaria Cagar Budaya (BPCB) Jateng.

Seorang warga penemu arca, Supardianto, 38, mengatakan selang tiga hari setelah menemukan Arca Bodhisatwa bercorak Hindu peninggalan abad ke VIII BPCB langsung membawanya ke kantor. BPCB membawa arca itu dengan dalih untuk keamanan arca dan penelitian.

“BPCB datang ke rumah saya untuk mengambil arca itu karena dinilai temuan itu sangat langka,” ujar Pardi saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Minggu (10/4/2016).

Pardi mengatakan saat benda itu dibawa BPCB diminta untuk menandatangani berita acara bermaterai. Dalam berita acara tersebut, lanjut dia, arca akan diteliti selama sebulan. Kalau benda itu dipastikan sebagai benda bersejarah maka penemu akan diberikan kompensasi.

“Waktu penelitian arca itu sudah lewat sebulan lebih tidak ada kabar dari BPCB sampai sekarang. Kami mempertanyakan kapan kompensasi itu akan diberikan,” kata dia.

Ia mengaku sudah mencoba mempertanyakan soal kompesasi itu langsung ke BPCB tetapi jawabannya masih menunggu hasil penelitian arca. Menurut dia, di lokasi penemuan arca masih banyak ditemukan batu besar berukuran segi empat. Batu-batu tersebut dibiarkan di sawah dan banyak hilang diambil warga.

“Jumlah batu yang kami kumpulkan di sawah ada belasan. Namun, batu itu sekarang tinggal lima batu akibat banyak diambil warga,” kata Pardi warga Dukuh Doplang, Desa Doplang, Teras, Boyolali.

Menurut dia, setiap menggali tanah untuk membuat batu bata di kedalaman 75 sentimeter pasti menemukan batu berbentuk segi empat. Di Lokasi penemuan arca masih sering  dikunjungi warga terutama dari luar daerah.

Sementara itu, Petugas Pengkaji Cagar Budaya Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, Wahyu Broto, mengatakan BPCB masih mengkaji pemberian kompensasi kepada warga yang menemukan arca di Kadireso, Teras, Boyolali. Pemberian kompensasi kepada warga yang menemukan arca sudah sesuai dengan UU Nomor 11/2010 tentang Cagar Budaya.

“Pemberian besaran kompensasi disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan mempertimbangkan langka atau tidaknya benda bersejarah yang telah ditemukan,” kata Wahyu.

Diketahui sebelumnya, Supardianto menemukan Arca Bodhisatwa saat menggali tanah menggunakan linggis di kedalaman 75 sentimeter untuk membuat batu bata, Senin (4/1/2016). Temuan itu langsung dilaporkan ke BPCB Jateng.

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ayah, Spirit Cinta, dan Kepahlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Vida  Robi’ah Al-Adawiyah, ibu rumah tangga yang aktif di Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Benih di Kota Solo sekaligus konselor keluarga. Alamat e-mail penulis adalah mbakvida@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Father…