Pendiri dan Chairman Bakrie Center Foundation Anindya N Bakrie menyampaikan kuliah umum berjudul “Peran Mahasiswa dan Pemuda Dalam Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Kegiatan Kewirausahaan” di Aula Barat ITB, Jalan Ganeca Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/10/2013). Anindya menyampaikan bahwa mahasiswa kini ditantang untuk bisa memanfaatkan peluang yang berkembang di sektor UKM, yang saat ini telah memberikan sumbangan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 57%. (Rachman/JIBI/Bisnis Indonesia) Pendiri dan Chairman Bakrie Center Foundation Anindya N Bakrie menyampaikan kuliah umum berjudul “Peran Mahasiswa dan Pemuda Dalam Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Kegiatan Kewirausahaan” di Aula Barat ITB, Jalan Ganeca Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/10/2013). Anindya menyampaikan bahwa mahasiswa kini ditantang untuk bisa memanfaatkan peluang yang berkembang di sektor UKM, yang saat ini telah memberikan sumbangan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 57%. (Rachman/JIBI/Bisnis Indonesia)
Senin, 11 April 2016 11:30 WIB Sukirno/JIBI/Bisnis News Share :

Bayar Utang, Bakrie Group Bakal Jual Saham ANTV Rp1,3 Triliun

PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) berencana menjual kepemilikan saham pada anak usahanya, PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA).

Solopos.com, JAKARTA – Entitas media milik Grup Bakrie, PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) berencana menjual kepemilikan saham pada anak usahanya, PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA), pemilik stasiun televisi ANTV senilai Rp1,3 triliun untuk membayar utang dan modal ekspansi.

Diberitakan JIBI/Bisnis Indonesia, Senin (11/4/2016), Presiden Direktur Visi Media Asia Anindya Novyan Bakrie menuturkan pihaknya berencana untuk mendivestasi saham MDIA kurang dari 10% dalam waktu dekat ini.

“Kalau bisa placement sebagian (saham MDIA), akan menarik sekali. Dananya untuk pembayaran utang dan ekspansi,” tuturnya.

Per 30 September 2015, kepemilikan Grup VIVA dalam MDIA mencapai 89,99% dan masih menjadi pemegang saham pengendali. Sisanya, masing-masing dikempit oleh Ahmad Zulfikar Said 0,0003%, PT Prudential Life Assurance 5,41%, dan publik 4,59%.

Jika perseroan melepas 10% kepemilikan saham di MDIA, total divestasi mencapai 392,1 juta lembar. Perolehan dana diperkirakan mencapai Rp1,31 triliun dengan asumsi harga saham MDIA mencapai Rp3.350 per lembar.

Per akhir pekan lalu, saham MDIA telah memberikan return 0,75% year-to-date dengan kapitalisasi pasar Rp13,13 triliun. Per kuartal III/2015, MDIA membukukan penurunan laba bersih 26,1% menjadi Rp185,9 miliar dari Rp251,63 miliar.

Adapun, total utang VIVA hingga 30 September 2015 mencapai Rp3,21 triliun atau melonjak 10,69% dari Rp2,9 triliun tahun sebelumnya. Rasio pinjaman berbunga terhadap EBITDA mencapai 7,09 kali dari tahun sebelumnya 3,36 kali.

Pinjaman terbesar diperoleh dari Credit Suisse AG Cabang Singapura senilai US$230 juta. Rencanya, perseroan akan melakukan leveraging dan refinancing utang ke dalam denominasi rupiah agar terjadi natural hedging.

Grup VIVA milik keluarga Bakrie mengoperasikan tiga media massa. Dua di antaranya media massa televisi, yakni TV One dan ANTV, dan satu lagi media massa online berjuluk vivanews.co.id.

Hingga saat ini PT Visi Media Asia Tbk., belum menerbitkan laporan keuangan 2015. Selama Sembilan bulan pertama 2015 emiten berkode saham VIVA itu mendulang pendapatan usaha Rp1,54 triliun dan rugi bersih Rp546,82 miliar.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…