Salah satu kegiatan kunjungan dari sebuah sekolah di Ponorogo, sedang melihat produk hasil buatan siswa SMK Muga, sebagai studi banding, beberapa waktu lalu. (JIBI/Harian Jogja/SMK Muga) Salah satu kegiatan kunjungan dari sebuah sekolah di Ponorogo, sedang melihat produk hasil buatan siswa SMK Muga, sebagai studi banding, beberapa waktu lalu. (JIBI/Harian Jogja/SMK Muga)
Minggu, 10 April 2016 00:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Tak Berkategori Share :

SEKOLAH JOGJA
SMK Muga Merintis Prestasi Muda Mendunia

Sekolah Jogja, SMK Muga mempersiapkan siswa untuk pergaulan lebih luas.

Solopos.com, JOGJA-Istilah Muda Mendunia kini bukan lagi hanya digunakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah Tiga Jogja (SMK Muga Jogja) juga telah menyusun langkah menuju prestasi tersebut.

Kepala SMK Muga Sukisno menuturkan, tahapan merintis sekolah yang muda mendunia ini dimulai dengan pengembangan bagi tiga program keahlian yakni Teknik Mesin, Teknik Gambar Bangunan atau Arsitektur, dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Saat ini sekolah telah mendapat kepercayaan dari Duta Besar Mesir, bahwa dalam waktu tak lama lagi, anak-anak Mesir bisa mengikuti Kegiatan Belajar dan Mengajar di SMK Muga Jogja.

“Saat ini kita sudah membentuk tim khusus yang bergerak dan menyiapkan sekolah untuk siap mendunia tadi, termasuk penguasaan bahasa asing bagi siswa, setiap tahun kami selalu mengadakan Test of English for English Comunication. Harapan kami tidak hanya mengejar persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN, tapi lebih dari itu,” ujarnya, Kamis (7/4/2016).

SMK Muga juga sedang berproses menjadi sekolah berbasis Pondok Pesantren (Ponpes) sekaligus SMK Inklusi. Tahapan persiapan pembangunan gedung Ponpes sudah dilakukan, kurikulum sedang dalam masa penyusunan, tinggal mencari kiai dan murid. Harapannya pada akhir 2016 atau awal 2017 persiapan selesai. Dengan sistem Ponpes, siswa yang berasal dari Mesir juga akan tinggal di asrama Ponpes yang dimiliki sekolah yang berdiri sejak 1968 ini.

Prestasi lainnya yang dimiliki SMK Muga yakni sekolah yang terletak di Jalan Pramuka No.62 Giwangan, Umbulharjo, Jogja ini adalah, sekolah telah dipilih menjadi sekolah rujukan oleh Direktorat Pembinaan SMK Kemdikbud RI. Peralatan dan tanaga sudah disiapkan, tinggal menunggu adanya sekolah aliansi saja. Karena Surat Keputusan belum diserahkan oleh Kemdikbud ke sekolah.

Meski memiliki sejumlah upaya mendunia dan pengembangan, sekolah yang telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan bonafit ini, tetap berupaya keras memberikan pendidikan optimal kepada siswa inklusi. Langkah ini sebagai wujud penerapan budaya keberagamaan dan welas asih yang dimiliki sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“Kami tetap memberikan materi dan layanan pendidikan sesuai dengan tumbuh kembang mereka, tanpa membuat mereka memaksakan diri dalam menggunakan kemampuan mereka,” tuturnya.

Sebagai sekolah yang berada di Jogja, SMK Muga mencoba untuk melestarikan budaya jawa sebagai salah satu nilai yang bermakna di sekolah. Melalui kehadiran mata pelajaran bahasa jawa, penggunaan seragam Jawa Jogja gagrak setiap Kamis Pahing, dan berencana mengadakan satu set peralatan karawitan di sekolah dalam beberapa waktu ke depan.

“Terus terang, anak itu harus disentuh dari berbagai aspek, bukan hanya aspek reliji, namun juga seni, agar anak dapat menyelami hidup dalam keberagaman,” kata dia.

Waka Kesiswaan SMK Muga Jogja, Moch Harpan mengatakan, sekolah juga selalu berusaha mendorong setiap anak untuk mengoptimalkan potensi yang mereka punya, salah satunya dengan memfasilitasi mereka lewat 14 ekstrakurikuler dan pendekatan motivasi lewat guru.

“Anak-anak juga bisa mengajukan kepada kami untuk memunculkan ekstrakurikuler baru, apabila ekstrakurikuler itu belum ada di sekolah,” kata dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…