Petugas menarik retribusi parkir di Stadion Manahan, Minggu (10/4/2016). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Minggu, 10 April 2016 16:15 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

RETRIBUSI SOLO
Pengunjung di Manahan Hanya Ditarik Biaya Parkir, Namun Pengunjung Tetap Membayar Rp2.000/Motor

Retribusi Solo, penarikan retribusi masih tetap Rp2.000/motor meski hanya ditarik biaya parkir.

Solopos.com, SOLO–Masyarakat tidak lagi ditarik biaya masuk (peron) Kompleks Stadion Manahan, Solo. Pengunjung hanya ditarik biaya parkir.

Pantauan Solopos.com di Stadion Manahan, Minggu (10/4/2016), pengunjung Sunday Market yang masuk dari pintu utama Stadion Manahan sisi selatan maupun sisi utara hanya ditarik biaya parkir. Pengunjung yang masuk Stadion Manahan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat hanya diberikan selembar karcis retribusi parkir berwarna merah muda.

Salah satu pengunjung Stadion Manahan, Agus Salim, 26, menceritakan hanya ditarik biaya parkir saat masuk Stadion Manahan melalui pintu utama sisi selatan. Dia mengaku hanya mendapatkan selembar karcis, berbeda dengan beberapa waktu lalu yang mendapatkan dua lembar karcis. Meski hanya diberikan satu lembar karcis, Agus mengutarakan dirinya tetap ditarik biaya Rp2.000.

“Beberapa hari yang lalu saya ke sini [Stadion Manahan] dapat dua karcis. Saya ingat waktu itu harus membayar Rp2.000 juga untuk [membayar] biaya parkir dan masuk stadion. Biaya parkir Rp1.000 sedangkan biaya masuk untuk dua orang juga Rp1.000,” kata Agus saat dimintai informasi Solopos.com di Stadion Manahan, Minggu.

Agus tidak mengetahui alasan petugas kini hanya memberikan selembar karcis, namun tetap menarik uang Rp2.000. Dia mematuhi permintaan petugas karena sebelumnya juga membayar uang Rp2.000 saat masuk Stadion Manahan. Agus meminta petugas memberikan sosialisasi apabila ada perubahan kebijakan di Stadion Manahan.

Senada, pengunjung Stadion Manahan lainnya, Sonya Febriana, 24, mengaku hanya mendapatkan selembar karcis saat memasuki Stadion Manahan. Karcis tersebut diberikan saat dirinya memasuki Stadion Manahan. Dia juga ditarik uang Rp2.000 oleh petugas. Saat Solopos.com meminta mengecek karcis, Sonya baru sadar kalau biaya parkir pengguna sepeda motor hanya Rp1.000.

“Memangnya harus membayar [uang] berapa? Rp1.000 atau Rp2.000? Kalau di karcis, pengunjung hanya ditarik Rp1.000 untuk parkir, namun saya kok ditarik Rp2.000 ya? Saya masuk melalui pintu sisi selatan,” jelas Sonya. Sonya tidak mempersoalkan ditarik uang Rp2.000 apabila jelas peruntukannya. Dia mengetahui sebelumnya maayarakat yang masuk ke Stadion Manahan ditarik biaya peron dan parkir.

Saat hendak dimintai konfirmasi Solopos.com, Minggu siang, Pimpinan CV Damas Putra, Ngadiyo tidak berada di Stadion Manahan. Berdasarkan keterangan dari sejumlah juru parkir (jukir), Ngadiyo kali ini berada di Stadion Manahan hanya sampai pagi hari. Saat ditanya, salah seorang jukir dari CV Damas Putra, Daru, mengatakan petugas dari CV Katon Damar Utama yang menarik biaya peron tidak lagi datang ke Stadion Manahan sejak Sabtu (7/4/2016).

“Sejak kemarin [Sabtu] petugas penarik biaya masuk pengunjung tidak lagi ke Stadion. Kami tidak melihat keberadaan mereka. Pengunjung tidak lagi membayar biaya masuk, melainkan hanya membayar retribusi parkir. Saya tidak tahu kenapa merela tidak ada lagi,” kata Daru kepada Solopos.com.

Daru membantah jukir dari CV Damas Putra menarik biaya parkir lebih tinggi dari ketentuan. Menurut dia, biaya parkir sepeda motor hanya Rp1.000 per unit sedangkan mobil senilai Rp2.000 per unit. Disinggung adanya pengendara sepeda motor yang membayar biaya parkir hingga Rp2.000, Daru menilai, ada kesalahpahaman. Dia menyebut, petugas tidak menolak kalau diberikan uang lebih.

“Kami hanya menarik uang sesuai tarif retribusi. Kami bahkan sudah menyediakan uang receh untuk mengantisipasi ada pengembalian uang. Pengunjung yang membawa sepeda motor hanya membayar Rp1.000. Saya jamin petugas tidak meminta uang lebih dari itu. Kalaupun ada pengunjung yang membayar Rp2.000, berarti ada salah paham,” kata Daru.

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…