Ilustrasi jenazah korban overdosis obat-obatan (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi jenazah. (JIBI/Solopos/Dok.)
Minggu, 10 April 2016 15:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

PEMBUNUHAN TRENGGALEK
Jenazah Wanita Ini Ditemukan di Kolong Tempat Tidur, Korban Pembunuhan?

Pembunuhan Trenggalek diduga terjadi dengan korban Tutik Handayani, warga Munjungan.

Solopos.com, TRENGGALEK – Warga Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang wanita di lingkungan setempat, Sabtu (9/4/2016).

Wanita yang teridentifikasi sebagai Tutik Handayani berumur sekitar 30 tahun itu beralamat di Dusun Domerto, Desa Tawing RT 030/RW 007, Kecamatan Munjungan, Trenggalek.

Jenazah ibu rumah tangga itu ditemukan warga dalam kondisi terbungkus selimut di kolong tempat tidur kamar rumahnya. Tutik diduga menjadi korban pembunuhan.

“Korban ditemukan ibunya kemarin sore sekitar pukul 19.30 WIB dan langsung dilaporkan ke polisi,” kata Fatkul Hadi, warga Munjungan, menginformasikan dari Trenggalek, Minggu (10/4/2016).

Jenazah korban ditemukan kali pertama oleh ibu korban seusai mengikuti kegiatan yasinan yang digelar bersama kelompok pengajian lingkungan setempat. Sang ibu curiga karena tidak melihat Tutik sejak kedatangannya dari Malang pada Sabtu sore.

“Itu ibunya sempat ditelepon anaknya yang lain yang menjadi TKW di Taiwan karena curiga Tutik tidak bisa dihubungi sejak tiga hari terakhir,” kata Hadi, warga Munjungan.

Sang ibu sepulang dari yasinan segera memeriksa ke kamar korban dan mendapati bau tak sedap menyengat dari dalam.

“Warga yang ikut memeriksa sumber bau mendapati jasad Tutik terbungkus selimut di kolong dipan kamar. Suami korban bernama Man sudah tidak ada di rumah dan diduga kabur dengan membawa anak semata wayang bernama Clara, 4,” tutur Hadi.

Polisi datang sekitar sejam kemudian ke tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa petugas dari tim identifikasi dan Satreskrim Polres Trenggalek melakukan olah TKP, sebelum mayat yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap dievakuasi menuju RSUD dr. Soedomo.

“Kami dari polsek fokus mengamankan lokasi kejadian dan menghalau warga yang coba mendekat, karena situasinya semalam penuh sesak,” kata Kapolsek Munjungan AKP Rohadi.

Ia mengatakan kasus tersebut ditangani langsung oleh Satreskrim Polres Trenggalek. Rohadi mengemukakan penyelidikan masih terus dilakukan dengan mengambil jejak sidik jari, sejumlah barang bukti petunjuk, serta meminta keterangan saksi-saksi.

Rohadi tidak mengonfirmasi secara tegas kasus tersebut sebagai pembunuhan. Namun ia membenarkan kasus penemuan mayat ada indikasi berlatar belakang kekerasan dalam rumah tangga. “Indikasinya memang mengarah ke KDRT,” kata Rohadi.

Belum ada konfirmasi lebih lanjut dari jajaran Polres Trenggalek. Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus P meminta untuk menunggu hasil penyelidikan dan mengonfirmasi langsung ke bagian satreskrim.

“Langsung ke kasat reskrim saja,” jawab Kapolres Made.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…