Ilustrasi skandal Panama Papers. (Istimewa)
Minggu, 10 April 2016 12:30 WIB Edi Suwiknyo/JIBI/Bisnis Internasional Share :

PANAMA PAPERS
Fitra Tuding Pemerintah Pasif Hadapi Taipan Indonesia Terkait Mossack Fonseca

Panama Papers menunjukkan sejumlah taipan Indonesia dan politikus terlibat Mossack Fonseca.

Solopos.com, JAKARTA — Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menganggap terbongkarnya dokumen Panama Papers membuktikan tingginya keinginan untuk menghindari pajak. Laporan Panama Papers berawal dari bocornya data ribuan klien perusahaan pengelola investasi asal Panama, Mossack Fonseca.

Jutaan dokumen itu memuat mengenai individu dan entitas bisnis yang memanfaatkan perusahaan offshore untuk menghindari pajak dan melakukan pencucian uang. “Banyak nama dari Indonesia yang masuk di Panama Papers. Rata-rata pengusaha dan politikus,” tulis Fitra dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis/JIBI, Minggu (10/4/2016).

Mereka menilai respons pemerintah untuk saat ini masih bertindak secara pasif. Padahal di Eslandia, perdana menteri negara itu langsung mundur karena namanya tercantum dalam laporan tersebut.

“Artinya pemerintah di banyak negara merespons cepat dengan membuat kebijakan-kebijakan strategis untuk menangani kasus bocornya dokumen Panama Papers. Sedangkan di Indonesia, DPR justru meresponsnya dengan langkah lain yang cenderung tidak masuk akal, yaitu mempercepat pembahasan RUU Tax Amnesty,” tandas mereka.

Fitra memandang hal itu merupakan dua hal yang berbeda. Karena dugaan kuat, pihak yang terlibat dalam Panama Papers merupakan pengemplang pajak yang merugikan negara. “Sedangkan Tax Amnesty tak lebih dari karpet merah yang memposisikan pendosa negara sebagai penyelamat negara,” imbuh mereka.

Laporan ICIJ yang kemudian dikenal dengan nama The Panama Papers menunjukkan kepemilikan sejumlah aset dari 2.961 individu dan perusahaan yang berasal dari tanah air terlibat dalam transaksi yang dijembatani oleh firma Mossack Fonseca.

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…