Kawasan permukiman di Desa Gundaling I, Brastagi, Karo, Sumatra Utara, Minggu (1/12/2013), didera musibah tanah longsor. Tanah di perbukitan Kota Brastagi itu longsor akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (30/11/2013) sore. Akibat bencana alam itu, sembilan orang dikabarkan Kantor Berita Antara tewas. (JIBI/Solopos/Antara/Mafa Yuli Ramadhani) Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos/Antara)
Minggu, 10 April 2016 12:07 WIB Tegar Arif/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

NASIB TKI
2 TKI Tertimbun Longsor di Johor Malaysia, 1 Dipastikan Tewas

Nasib TKI yang bekerja di Kota Tinggi, Johor, Malaysia, berakhir di timbunan longsor.

Solopos.com, JAKARTA — Musibah tanah longsor terjadi di di Kota Tinggi, Johor, Malaysia, Sabtu (9/4/2016). Dua tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Johor menjadi korban dalam kejadian pada pukul 11.00 waktu setempat itu. Satu di antaranya dipastikan tewas.

Kedua TKI yang jadi korban longsor tersebut sedang bekerja di perusahaan pengeruk pasir. Salah satu korban yang ditemukan meninggal dunia diketahui bernama Saeful Amir. Korban berasal dari Cilacap dengan nomor paspor A3475434.

Sedangkan satu korban lainnya dinyatakan hilang tertimbun longsor dan belum diketemukan. Korban yang belum diketahui keberadaannya ini bernama Udin Nurudin dari Cirebon dengan nomor paspor S022117 dan diperkirakan meninggal dunia.

Terkait kejadian itu, Satgas Perlindungan KJRI Johor Baru terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan jenazah dan memantau pencarian korban hilang yang masih dilakuan. Pemerintah siap mengawal kepulangan dua jenazah TKI tersebut dari Kota Tinggi, Johor, ke kampung halaman.

“Pemerintah melalui BNP2TKI dan pihak terkait akan mengawal untuk memastikan jenazah korban sampai dirumah dan diterima keluarganya,” kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/4/2016).

BNP2TKI, kata Nusron, juga akan memberikan santunan untuk pemakaman serta memastikan hak-hak korban diterima oleh ahli waris atau keluarganya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…