DirNarkoba Polda DIY Kombes Pol Andi Fairan (duduk dua kanan) dan Wadirnarkoba Polda DIY AKBP J Permadi Wibowo (duduk kanan) serta tiga tersangka dengan inisial T(31),F (25),A (23) dengan barang bukti ganja diperlihatkan ketika ungkap kasus narkoba di Mapolda DIY, Jl. Ring road Utara, Depok, Sleman, (12/2/2016). Sebanyak 50 kilogram ganja yang di duga berasal dari Aceh berhasil di amankan dari ketiga tersangka tersebut. (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja) DirNarkoba Polda DIY Kombes Pol Andi Fairan (duduk dua kanan) dan Wadirnarkoba Polda DIY AKBP J Permadi Wibowo (duduk kanan) serta tiga tersangka dengan inisial T(31),F (25),A (23) dengan barang bukti ganja diperlihatkan ketika ungkap kasus narkoba di Mapolda DIY, Jl. Ring road Utara, Depok, Sleman, (12/2/2016). Sebanyak 50 kilogram ganja yang di duga berasal dari Aceh berhasil di amankan dari ketiga tersangka tersebut. (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 10 April 2016 13:25 WIB Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

NARKOBA DI LAPAS
Ancaman Penjara di Nusakambangan atau Gunung Sindur

Narkoba di Lapas DIY diantisipasi dengan ancaman penjara di Lapas Nusakambangan atau Gunung Sindur

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Demi mencegah peredaran narkoba yang dikhawatirkan meluas terutama di Jogja, Pemerintah Provisi DIY melakukan berbagai usaha, diantaranya dengan memberikan imbauan sekaligus ancaman kepada para penghuni rumah tahanan (rutan).

Peringatan tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi DIY, Pramono, dalam perayaan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-52 di Rutan Kelas II B Wonosari, Sabtu (9/4/2016).

Pramono memperingatkan bahwa apabila narapidana maupun seluruh warga yang berada di lembaga pemasyarakatan (lapas) terbukti menggunakan atau mengedarkan narkoba, maka  akan dipindah tempatkan di Lapas Nusa Kambangan ataupun Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Hal tersebut ia tegaskan demi memberantas narkoba dalam masa Indonesia Darurat Narkoba saat ini. Selain itu juga untuk menepis anggapan buruk yang beredar di masyarakat terkait dengan keterlibatan petugas mengedarkan narkoba di dalam lapas.

“Nanti, yang terbukti menggunakan atau melakukan peredaran narkoba, akan kita pindah ke Nusakambangan atau Gunungsindur, supaya mereka tau rasanya,” kata dia saat dijumpai wartawan, Sabtu (9/4/2016).

Ia mengatakan dalam usaha antisipasi dan pencegahan perdaran narkoba tersebut pihaknya akan bekerjasama dengan sejumlah anggota keamanan, diantaranya Brimob. Bersama Brimob nantinya akan dilaksanaan pembinaan kepada seluruh warga di dalam lapas.

Tak hanya itu saja, Pramono juga akan memperketat pengawasan dan penjagaan terkait dengan aktivitas yang dilakukan oleh warga rutan.

“Saya instruksikan kepada seluruh Kepala Lapas untuk memaksimalkan sarana dan prasarana, salah satunya dengan memasang CCTV di setiap titik strategis,” kata dia.

Pramono menjelaskan, selama ini beberapa kasus yang pernah terjadi yakni narkoba tak hanya melibatkan sesama penghuni lapas saja, namun juga melalui orang luar yang datang membesuk ke rutan. Sehingga, diperlukan pengawasan dan penjagaan yang lebih ketat lagi.

Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan Kelas II B Wonosari, Ramdani Boy mengamini usaha pencegahan peredaran narkoba di lingkungan lapas tersebut. Ia mengatakan pihaknya siap bekerja sama demi terwujudnya Indonesia dan Lapas bebas narkoba.

“Kami siap bekerjasama memberantas narkoba,” ungkapnya.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…