Tontowi Liliyana (Badmintonindonesia.org)
Minggu, 10 April 2016 19:30 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Raket Share :

MALYSIA OPEN 2016
Juara di Malaysia Jadi Motivasi Tontowi/Liliyana Menuju Olimpiade

Malaysia Open 2016 diwarnai dengan Tontowi/Liliyana menjadi juara di nomor ganda campuran.

Solopos.com, SHAH ALAM – Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berhasil menjadi juara di Malaysia Open 2016. Mereka mengalahkan wakil tuan rumah, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, di babak final.

Bertanding di Stadium Malawati, Shah Alam, Minggu (10/4/2016), Tontowi/Liliyana menang atas Chen/Goh dalam pertarungan tiga game, 23-21, 13-21 dan 21-16. Kemenangan Tontowi/Liliyana menjadi gelar satu-satunya bagi Indonesia di ajang Malaysia Open 2016.

Tontowi/Liliyana sendiri mengaku senang dengan kemenangannya itu. Pasalanya itu adalah gelar super series pertama mereka di 2016. Mereka menyebut gelar juara di Malaysia ituy bisa menjadi motivasi yang berharga di ajang Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, nanti.

“Pastinya ini menjadi satu motivasi luar biasa buat saya dan Tontowi. Kami bisa keluar dari tekanan, bisa bangkit dan bisa juara di sini, itu satu nilai positif. Apalagi sampai sekarang kami juga masih mengumpulkan poin ke Olimpiade. Bagaimana caranya agar kami bisa di sana. Dan mudah-mudahan kami bisa menjaga performa terus, seperti sekarang ini, sampai di Olimpiade nanti,” jelas Liliyana seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org, Minggu.

“Ini sudah cukup lama dan cukup sulit bagi kami untuk keluar dari tekanan itu. Akhirnya kami bisa juara lagi,” timpal Tontowi.

Sejak menjadi kampiun di Prancis Open Super Series 2014 lalu, Tontowi/Liliyana memang belum pernah lagi memenangi turnamen level super series. Hasil pertandingan keduanya pun belum bisa mencapai titik maksimal.

Pencapaian di All England 2016 lalu, juga tak begitu memuaskan. Tontowi/Liliyana terhenti di perempatfinal setelah kalah dari pasangan Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock. Sementara di India Open Super Series 2016, mereka batal berangkat karena kondisi Tontowi yang belum sembuh dari sakitnya.

“Memang untuk turnamen sebelum Olimpiade ini, mereka saya tidak bebani target. Tapi kita lihat peluang di sini itu, tentang angin dan bola kencang, lebih menguntungkan Owi/Butet. Awalnya saya pikir kondisi Owi masih 70-80 persen, belum maksimal. Cuma ternyata mereka disini bisa bagus dan tampil menjanjikan sejak awal,” kata pelatih ganda campuran, Richard Mainaky.

“Dari babak pertama saya lihat Owi tampil lebih bergairah. Butet pun juga kepingin sekali juara. Mereka mau menunjukkan kalau mereka masih bisa juara dan terus termotivasi. Apalagi sejak kemenangan Praveen/Debby kemarin, membuat mereka ada tenaga baru. Mereka semakin bersemangat, karena ada tenaga tambahan sebagai andalan di ganda campuran. Selama ini mereka bekerja sendiri sebagai andalan, sekarang kerja mereka lebih ringan,” imbuh Richard.

Indonesia berpeluang mengirim dua wakilnya di nomor ganda campuran ke Olimpiade 2016. Praveen Jordan/Debby Susanto yang kemarin baru saja memenangi All England 2016 berpeluang mendampingi Tontowi/Liliyana.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…