MIming Listiyani (istimewa)
Minggu, 10 April 2016 12:45 WIB JIBI/Solopos.com/Newswire Peristiwa Share :

KISAH TRAGIS
Polisi Sydney Ungkap Kronologi Pembunuhan Miming

Kisah tragis Miming mencuatkan dugaan dirinya dibunuh lantaran terkait Bali Nine.

Solopos.com, SIDNEY – Miming Listiyani, 27, warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban pembunuhan di Australia diketahui sudah lama tinggal di Sydney. Sebelum tewas, Miming disebut baru saja datang kembali ke Sydney dari Indonesia.

Sebagaimana diberitakan Dailymail yang melansir 7 News, Sabtu (9/4/2016), Miming dipercaya belum lama sampai di Sydney seusai bertolak dari Indonesia. Miming berteman via Facebook dengan pria yang merupakan tersangka pembunuh Miming, yaitu Khanh Thanh Ly.

Seperti dilansir Detik, polisi terus berupaya mengungkap misteri kematian Miming dengan mengumpulkan hal-hal yang berkaitan dengan kasus itu. Selain melakukan uji forensik, polisi juga memeriksa sejumlah lokasi atau TKP.

Dilansir News.com.au, Minggu (10/4/2016), kepolisian Sydney mengemukakan bahwa ada seorang yang mendengar teriakan dari arah Cabarita Wharf sebanyak tiga kali. Kejadian teriakan ini terjadi pada tanggal 7 April 2016 hari Kamis. Setelah mendapatkan laporan terkait hal ini maka pihak kepolisian langsung memeriksa tempat kejadian.

Ketika itu juga polisi melihat terdapat seorang pria yang berada di tepi sungai. Dengan begitu pihak kepolisian jugfa telah melihat jasad Miming Listiyani yang berada di sebelahnya dalam kondisi terapung. Diketahui seorang pria yang berdiri didekat jasad Miming Listiyani beranam Khanh Thanh.

Menurut detektif polisi Jones kematian Miming Listiyani adalah sebuah tragedi. Diketahui saat jasad Miming Listiyani terapung telah tak ada sehelai kainpun yang melekat pada tubuhnya.

Detektif Kepolisian bakal memastikan jika Khanh dan juga Miming Listiyani yang tewas memang saling kenal. Namun hingga saat ini maka belum diketahui penyebab kematian.

Menurut infomasi yang beredar dari akun media sosial milik Miming Listiyani diketahui bahwa dirinya memang telah lama tinggal di Sydney. Tak hanya itu bahkan melalui akunnya juga diketahui bahwa dirinya telah mendapatkan gelar Bachelor Advertising yang dikeluarkan oleh University of Technology Sydney dan telah lulus pada tahun 2010 lalu.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…