Ilustrasi (Istimewa/komkumham.com)
Minggu, 10 April 2016 11:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KENAKALAN REMAJA
Antisipasi Tawur Paska-UN, Polsek Bersiaga

Kenakalan remaja dilakukan usia UN

Solopos.com, SLEMAN– Kapolsek Sleman Kompol Teguh Sumartoyo mengatakan, pihaknya siaga selama 24 jam setelah Ujian Nasional (UN) selesai. Ia mengakui seperti tahun sebelumnya memang kerapkali usai UN terdapat kasus tawuran.

Mereka seringkali hanya berawal dari konvoi di jalanan kemudian bertemu dengan rombongan lain. Sejumlah titik rawan yang berada di Sleman seperti Denggung, Jalan Gito-Gati hingga Panasan, Jalan Magelang terus dipantau hingga dinihari. Karena, pelajar melakukan tawuran tanpa pandang waktu. Bahkan dalam beberapa kasus mereka bisa cepat tiba-tiba kompak ke suatu TKP karena pesan berantai.

“Tempat nongkrong terus kita pantau sampai saat ini, kalau misalnya mereka nongkrong melebihi jam pada dinihari ya kami bubarkan. Kami razia juga untuk mengantisipasi mereka membawa senjata,” kata dia, Sabu (9/4/2016)

Kapolres Sleman AKBP Yulianto menegaskan, terkait kriminalitas, pihaknya telah membentuk satgas antiklithih. Satgas gabungan dari semua jajaran di Polres dan Polsek ini juga menyasar para pelajar terutama mengantisipasi tawuran. Satgas ini diklaim telah merazia sejumlah tempat nongkrong remaja meski tidak mendapatkan benda berbahaya yang dibawa.

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…