Ilustrasi perbaikan jalan (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi perbaikan jalan (JIBI/Solopos/Dok.)
Minggu, 10 April 2016 20:40 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Boyolali Share :

INFRASTRUKTUR BOYOLALI
4 Jalur Evakuasi Gunung Merapi Rusak Parah

Infrastruktur Boyolali, ada empat jalur evakuasi Gunung Merapi rusak parah.

Solopos.com, BOYOLALI–Dinas Pekerjaan Umum ESDM Boyolali mencatat sedikitya empat jalur evakuasi Gunung Merapi rusak parah akibat maraknya penambangan galian C. Pemkab tahun ini akan memperbaiki tiga jalur yang rusak tersebut dengan menggunakan dana APBD 2016.

Kabid Bina Marga DPU ESDM Boyolali, Nyoto Widodo, mengatakan keempat jalur evakuasi Gunung Merapi yang rusak parah tersebut yakni di Desa Tlogolele (Selo), Jrakah (Selo), Desa Sumur (Musuk), dan Gedangan (Cepogo). Perbaikan empat jalur evakuasi itu masuk program prioritas perbaikan infrastruktur daerah tahun ini.

“Keempat jalur evakuasi itu kondisinya sangat rusak parah. Sejak pertama dibangun jalur evakuasi sampai sekarang belum pernah diperbaki,” ujar Nyoto saat ditemui wartawan di DPRD, Minggu (10/4/2016).

Nyoto mengatakan jalur itu merupakan satu-satunya jalan utama untuk menyelamatkan warga ketika terjadi bencana erupsi Gunung Merapi. Terkahir pada erupsi Gunung Merapi 2010 jalur itu sangat penting bagi warga yang tinggal di lereng Merapi.

“Pemkab tahun ini mengutamakan perbaikan empat jalur evakuasi yang rusak itu untuk segera diperbaiki. Perbaikan jalur itu rencananya dibeton dengan ketebalan jalan 15 sentimeter, bukan lagi diaspal seperti kondisi jalan lama,” kata dia.

Ia mengatakan total ada belasan jalur evakuasi di Boyolali. Namun, yang rusak parah hanya empat jalur evakuasi. Kerusakan keempat jalur evakuasi itu terjadi karena sering dijadikan sebagai jalur truk penambang galian C di lereng Gunung Merapi.

“Perbaikan empat jalur evakasi itu akan kami mulai pertengahan April,” kata dia.

Nyoto menjelaskan perbaikan empat jalur ini tidak dilakukan dengan sistem lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Perbaikan dilakukan dengan sistem penunjukkan karena dananya di bawah Rp200 juta.

DPU ESDM, kata dia, tahun ini telah menyiapkan 92 paket proyek infrastruktur mulai dari perbaikan dan pembangunan jalan jembatan, pemeliharaan dan peningkatan jalan jembatan, serta pembanguan saluran drainase dan talut.

“Perbaikan infrastruktur jalan rusak di Boyolali akan mulai dilakukan mulai April-Mei,” kata dia.

Sementara itu, Kepala DPU ESDM Boyolali, M.Qodri, mengatakan perbaikan jalan yang anggarannya di bawah Rp200 juta akan lebih dulu diutamakan untuk segera dilaksanakan. Pelaksanaan perbaikan jalan itu dengan sistem penunjukkan mudahkan pemkab untuk segera memperbaikinya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…