Ilustrasi kecelakaan akibat rel kereta api menyilang di jalan. (JIBI/Solopos/Antara/Umarul Faruq) Ilustrasi kecelakaan akibat rel kereta api menyilang di jalan. (JIBI/Solopos/Antara/Umarul Faruq)
Minggu, 10 April 2016 17:45 WIB Himawan Ulul/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

ANGKA KECELAKAAN
Sepanjang 2015, 27.000 Orang Meninggal di Jalan

Angka kecelakaan tahun 2015 didominasi pengendara sepeda motor.

Solopos.com, JAKARTA – Berdasarkan data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia sepanjang 2015 sedikit turun dari 2014. Meski begitu jumlahnya masih tergolong tinggi.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Condro Kirono mengatakan hampir 27.000 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, mayoritas korban adalah pengendara sepeda motor dengan usia produktif.

”Ada 26.000-an mendekati 27.000 korban meninggal dunia. Memang lebih kecil dibanding tahun 2014 yang sebesar 28.000. Tapi itu kan masih tinggi,” ungkap Condro di arena pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 seperti dilansir laman Detik, Jumat (8/4/2016).

Condro menambahkan pemerintah sudah melakukan cara semaksimal mungkin untuk menekan jumlah kematian di jalan raya lewat Instruksi Presiden (Inpres) No 4 tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan.

Program tersebut melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU), Kementerian Perhubungan, Polri, dan Kementerian Kesehatan.

Tetapi menurutnya masih ada cara yang lebih efektif untuk meminimalisir angka kecelakaan, yaitu dengan memperbanyak sekolah mengemudi untuk memberi sosialisasi norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) mengemudi kendaraan bermotor.

”Sekarang kami membuat NSPK. Kalau sudah MEA [masyarakat ekonomi ASEAN], mungkin banyak orang luar datang ke sini. Itu kan menjadi pesaing bagi pengemudi angkutan umum di sini. Sehingga pengemudi angkutan umum ini juga harus memiliki standar,” imbuh Condro.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…