Iphone SE Emas (Gsmarena) Iphone SE Emas (Gsmarena)
Sabtu, 9 April 2016 01:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Gadget Share :

SMARTPHONE TERBARU
Erajaya Kesal Ada Iphone SE Ilegal di Indonesia

Smatphone terbaru Iphobe SE ilegal hadir di Indonesia, Erajaya mengaku kecewa.

Solopos.com, JAKARTA — Meski belum dirilis resmi, smartphone terbaru Iphone SE sudah dapat dibeli secara online di Indonesia. Hal itu dikeluhkan bos Erajaya selaku distributor resmi produk Apple di Indonesia.

CEO Erajaya Group, Hasan Aula, mengaku kesal dengan beredarnya smartphone terbaru Iphone SE secara online di Indonesia Sebab pihaknya belum dapat menjual ponsel yang memiliki layar 4 inci itu karena terkendala aturan.

“Pemerintah harusnya mengontrol yang black market (BM). Kami sebagai pemain yang mengimpor resmi dan mengikuti peraturan pemerintah terkena impact tidak bisa mengimpor terkait aturan. Tapi di sisi lain ada pihak yang bisa dijual di online secara bebas,” keluh Hasan.

Menurut Hasan bila ini dibiarkan maka banyak pihak yang dirugikan. Pemain resmi tidak dapat menjual di toko. Pemerintah juga tidak meraih pendapatan dari pajak. “Karena tidak diajukan sertifikasi , mereka tidak bisa mengimpor resmi. Jadi mereka tidak membayar pajak ke pemerintah,” tegas Hasan.

Ia berharap pemerintah menerapkan kebijakan yang sama, terutama soal pajak. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dan menciptakan iklim usaha yang lebih baik. “Bila tidak ada kebijakan yang equal, kami tidak dapat bersaing. Kalau harga barang selisih 15% dari harga pajak impor dan PPh kita sudah kalah,” tutup Hasan.

Hasan Aula menegaskan pihaknya tidak mendaftarkan sertifikasi smartphone terbaru Iphone SE. “Kami tidak mendaftarkan sertifikasi Iphone SE ke Ditjen Postel. Pemilik brand, Apple, mengajukan Postel A. Kalau kami mengajukan Postel B. Bila Postel A sudah keluar, baru diajukan Postel B,” ujar Hasan, seperti dilansir Liputan6.com, Jumat.

Ia menuturkan, semua tergantung Apple bagaimana memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Mengajukan sertifikasi ke Ditjen Postel belum tentu memenuhi TKDN. Menurut Hasan, mendaftar dan approval adalah dua hal berbeda.

Ia berharap pemerintah dapat mengontrol produk tidak resmi, supaya pemain yang mengimpor produk resmi dan mengikuti aturan pemerintah tidak terkena dampak buruk. Pemerintah diharapkan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membendung produk tidak resmi yang telanjur beredar di pasaran.

“Di satu sisi kami sulit mengimpor produk karena terbendung aturan pemerintah. Akan tetapi, di sisi lainnya produk tidak resmi bisa dijual di online secara bebas,” tutur Hasan.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…