Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPRD Kota Salatiga, Teddy Sulistio (kiri) usai memberikan kaos PDIP kepada Suroso pada acara roadshow balon wali kota dan wakil wali kota PDIP Salatiga di rumah salah seorang warga di Dusun Kluwing, Desa Kalibening, Tingkir, Salatiga, Kamis (7/4/2016) malam. (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)
Sabtu, 9 April 2016 17:50 WIB (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com) Semarang Share :

PILKADA SALATIGA
Gelar Sosialisasi, PDIP Salatiga Minta Kakek Ini Lepas Kaos Yaris

Pilkada Salatiga, upaya untuk memenanginya dilakukan kubu PDIP dengan menggelar roadshow atau sosialisasi di 23 kelurahan di Salatiga.

Solopos.com, SALATIGA – Kubu PDI Perjuangan Salatiga menyelesaikan rangkaian roadshow putaran pertamanya di Desa Kalibening, Kecamatan Tingkir, Salatiga, Kamis (7/4/2016) malam. Puluhan masyarakat dari Desa Sidorejo Kidul dan Kalibening hadir dalam roadshow yang digelar PDIP Salatiga guna memperkenalkan para bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota yang diusung pada Pilkada 2017, medio Februari mendatang.

Ada kejadian unik dalam roadshow terakhir itu. Kejadian unik itu terjadi kala Ketua DPC PDIP Salatiga, Teddy Sulistio, meminta salah seorang kakek, Suroso, untuk melepas kaosnya di depan puluhan warga yang hadir.

Peristiwa ini bermula saat salah satu balon, Bambang Wiryawan, berniat memberikan uang pembinaan sebesar Rp200.000 bagi kelompok kesenian drumblek yang diikuti oleh Suroso. Teddy yang tampil di depan sebagai pembicara pun menyuruh Suroso untuk maju ke depan sebagai perwakilan anggota grup kesenian itu menerima uang bantuan.

Namun, Teddy kaget karena melihat Suroso menggenakan kaos bergambar pasangan Yuliyanto dan M. Haris (Yaris) dalam balutan baju putihnya yang transparan. Sontak, Teddy pun meminta Suroso melepas kaos bergambar pasangan Yaris yang akan menjadi lawan PDIP pada Pilkada 2017 nanti.

“Ini kok malah pakai baju Yaris. Ini kan acara PDIP, malah pakai kaos gambar Yaris,” keluh Teddy yang disambut gelak tawa para warga yang hadir dalam acara itu.

Suroso pun hanya tersenyum kecil mendengar reaksi Teddy. Ia pun langsung melepas kaosnya di atas panggung dan mengenakan kaos bergambar PDIP yang diberikan Teddy.

“Itu [pasangan Yaris] tinggal masa lalu. Kita songsong masa depan yang lebih baik. Makanya, kaos itu dilepas dan ganti dengan kaos ini,” ujar Teddy sambil memberikan tambahan bantuan kepada grup kesenian Suroso sebesar Rp200.000.

Seusai acara Teddy mengaku memang sengaja menyuruh Suroso maju menjadi perwakilan kelompoknya menerima bantuan. Kondisi ini tak lain karena sejak awal ia sudah melihat jika Suroso menggenakan kaos bergambar Yaris.

“Itu kaos dari kampanye yang dulu [2009]. Jadi, kami suruh lepas dan kami berikan kaos yang baru. Yang lama biar jadi masa lalu saja. Kita songsong kepemimpinan baru yang lebih bagus ke depan,” terang Teddy.

Teddy menambahkan roadshow di Kalibening itu bukanlah yang kali terakhir digelar PDIP. Setelah ini, PDIP akan kembali menggelar roadshow, yakni putaran kedua yang difokuskan di sembilan kelurahan yang menjadi basis partainya.

“Semoga dalam roadshow ini kami bisa menurunkan popularitas Yaris. Kami menilai selama kepemimpinan Yaris, Salatiga tidak ada kemajuan sama sekali. Maka itu, kami anggap kepemimpinan yang sekarang ini gagal. Mosok,gagal kok arep mimpin meneh [Masa, gagal kok mau lagi],” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Salatiga itu.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…