Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI. Jaswandi memberikan kuliah umum tentang “Revolusi Mental Mahasiswa Melalui Pembinaan Bela Negara” kepada mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Kampus Unnes, Gunungpati, Semarang, Jumat (8/4/2016).
Sabtu, 9 April 2016 23:50 WIB Insetyonoto/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PERGURUAN TINGGI SEMARANG
Beri Kuliah di Unnes, Pangdam Minta Mahasiswa Sukseskan Program Jokowi

Perguruan tinggi Semarang, yakni Unnes, para mahasiswanya mendapat kuliah dari Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Jaswandi, tentang Revolusi Mental

Solopos.com, SEMARANG – Para mahasiswa Universitas Semarang (Unnes), Jumat (8/4/2016), kedatangan salah satu tamu penting, yakni Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Jaswandi. Kedatangan Jaswandi di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang itu tak lain untuk memberikan kuliah tentang Revolusi Mental, yang merupakan salah satu program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Dalam kuliah umum yang mengambil tema Revolusi Mental Mahasiswa Melalui Pembinaan Bela Negara di Kampus Unnes, Gunungpati, Semarang itu, Jaswandi meminta agar para mahasiswa turut berperan serta menyukseskan program Jokowi itu.

“Kami minta para mahasiswa dapat membantu gerakan revolusi mental dari lingkungan kampus,” kata Jaswandi dihadapan ribuan mahasiswa di kampus Unnes Gunungpati, Semarang, Jumat (8/4/2016)

Revolusi mental, menurut Pangdam, merupakan suatu gerakan baik pemerintah dan rakyat untuk mengangkat kembali nilai-nilai strategis yang diperlukan oleh bangsa dan negara guna menciptakan ketertiban serta kesejahteraan rakyat, sehingga dapat memenangkan persaingan di era globalisasi.

Sasaran gerakan revolusi mental, lanjut dia, seluruh penyelenggara negara dan masyarakat Indonesia agar mempunyai integritas, etos kerja, dan gotong royong.

Gerakan revolusi mental, sambung Pangdam, dapat dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan dengan mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari, semisal gerakan hidup bersih, peduli lingkungan, tertib berlalu lintas, komunikasi kreatif, dan gotong royong.

“Mahasiswa sebagai ujung tombak revolusi mental harus memiliki peran istimewa yang dikelompokkan dalam tiga peran yakni agent of change, social control, dan iron stock,” tandas Jaswandi.

Pangdam menyebutkan peran agent of change yakni, mahasiswa sebagai agen perubahan bukan hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku dari perubahan. Perubahan ke arah positif, tanpa menghilangkan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Peran social control yakni, mahasiswa mampu menumbuhkan jiwa kepedulian sosial yang tinggi terhadap kondisi masyarakat yang sedang berkembang karena mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat.

Peran iron stock yakni, mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa masa depan, tidak cukup hanya dengan kemampuan akademis, namun perlu adanya soft skill seperti leadership, kemampuan memposisikan diri, dan sensitivitas yang tinggi.
“Dengan tiga peran ini mahasiswa diharapkan dapat mewujudkan perubahan bangsa ke depan terutama sebagai generasi penerus bangsa yang militan, tangguh, ulet, dan berkepribadian,” harap Pangdam.

Diakhir kuliah umum, Pangdam, berharap kepada mahasiswa agar menjaga kehormatan dan kebanggaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebelum memberikan kuliah umum, Jaswandi dan Rektor Unnes Fathur Rokhman melakukan penandatanganan memorendum of understanding (Mo) kerja sama dalam pembinaan kemahasiswaan.

Pangdam di dampingi Rektor Unnes dalam kesempatan itu juga melakukan penanaman pohon di lingkungan kampus Unnes.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…