Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (tengah) mengunjungi redaksi Solopos, Jumat (8/4/2016). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Sabtu, 9 April 2016 02:30 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

MUNAS GOLKAR
Syahrul Yasin Limpo Sebut Solo Pusat Energi

Munas Golkar, salah satu calon Ketua Umum Partai Golkar mengunjungi Griya Solopos.

Solopos.com, SOLO–Calon Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Syahrul Yasin Limpo menyebut Solo menjadi pusat energi yang mampu memberi kekuatan untuk membangkitkan Partai Golkar.

Hal tersebut disampaikan Syahrul saat berkunjung ke Griya Solopos, Jumat (8/4/2016) malam. Syahrul yang datang bersama rombongan terdiri dari puluhan orang itu disambut ramah Redaktur Pelaksana (Redpel) Solopos, Abu Nadhif dan beberapa Redaktur Solopos. Syahrul diajak menilik dapur redaksi Solopos.

Syahrul yang masih menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) itu berkunjung ke Jawa untuk menghadiri pertemuan dengan Ketua DPD I Partai Golkar seluruh Indonesia. “Kata orang Jawa, Solo adalah pusat energi. Kekuatan yang dimiliki di seluruh Indonesia saya ajak ke Solo untuk bersama-sama memperbaiki partai [Golkar], Mudah-mudahan bisa menjadi kekuatan untuk kami,” kata Syahrul.

Syahrul menyampaikan Golkar merupakan partai yang besar. Perpecahan yang terjadi belakangan ini, menurut dia, membuat kekuatan Partai Golkar turun. Syahrul berharap Munas nanti bisa menjadi momentum untuk mengumpulkan kekuatan yang dimiliki Partai Golkar saat ini. Dia ingin Golkar tetap solid setelah munas digelar.

“Saya kira pikiran kita sama, Golkar kan partai besar. Dua-tiga periode terakhir, perpecahan yang ada membuat Golkar menurun. Munas inilah yang paling bisa menjadi tempat konsolidiasi kekuatan yang ada,” ujar Syahrul.

Syahrul mengutarakan persoalan menjadi ketua umun berada di urutan ke dua. Dia menyatakan persoalan utama adalah menemukan figur yang dapat menyatukan Golkar agar tidak terpecah seperti yang terjadi belakangan ini. Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com, Syahrul sempat mengunjungi Ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sujiatmi Notoniharjo saat berada di Solo, Jumat.

“Saya rasa enggak ada salahnya [bertemu Ibunda Jokowi] karena beliau juga pernah ke rumah saya. Beliau salat di rumah saya. Meski Jokowi tidak tahu. Dan saya dalam kapasitas politik, tidak mau menggunakan momentum itu, tidak. Saya lakukan tidak lain untuk kebaikan bangsa,” jelas Syahrul.

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…