Anggota Karya Salemba Empat (KSE) melakukan aksi pungut sampah di Kali Code tepatnya di bawah Jembatan Teknik UGM, MInggu (8/11/2015). (JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati) Anggota Karya Salemba Empat (KSE) melakukan aksi pungut sampah di Kali Code tepatnya di bawah Jembatan Teknik UGM, MInggu (8/11/2015). (JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Sabtu, 9 April 2016 06:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

LONGSOR JOGJA
Talut Kembali Ambrol, 13 Warga Terban Mengungsi

Longsor Jogja terjadi di Terban.

Solopos.com, JOGJA-Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kota Jogja. Sebanyak 13 warga harus mengungsi setelah terjadi tanah longsor di Kampung Blimbingsari RT 02 RW 01, Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Jumat (8/4/2016)

Longsor terjadi sekitar pukul 14.50 WIB saat terjadi hujan lebat.

“Awalnya satu rumah yang longsor kemudian menimpa rumah yang di bawahnya, tapi penghuninya alhamdulillah selamat semua,” kata Yeti, salah warga yang rumahnya tidak jauh dari rumah korban longsor melalui sambungan telepon.

Yeti mengatakan awalnya yang longsor adalah rumah milik Sutri, 50, yang dihuni tiga kepala keluarga dengan total sembilan jiwa, termasuk balita berusia satu tahun dan dua tahun. Kemudian rumah itu menjatuhi rumah dibawahnya milik Dayat dan Aminah.

“Rumah yang disampingnya juga retak-retak,” katanya.

Setelah kejadian warga langsung mengevakuasi para penghuni rumah yang terdampak longsor dibantu aparat kepolisian dan TNI bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Data dari Pusat Pengendalian Operasional BPBD Kota Jogja tercatat ada 13 warga dari tiga rumah yang divekuasi ke tempat yang paling aman.

“Sementara mereka mengungsi di rumah tetangga,” kata Kepala BPBD Kota Jogja, Agus Winarto.

Menurut Agus longsor setinggi 15 meter dan lebar 10 meter itu diakibatkan tanah labil kemudian tertimpa hujan. Pihaknya telah mengirimkan bantuan logistik dan terpal untuk menutup sementara agar lokasi longsor tidak tertimpa hujan.

Pada 1 April lalu, longsor juga terjadi di Kampung Jogoyudan, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis. Dalam peristiwa  tersebut memaksa 39 warga mengungsi karena rumahnya mengalami keretakan. Longsor yang menimpa rumah Suji Indrawati, 66, itu berdampak ke rumah di sekitarnya. Ada 12 rumah yang terdampak. Sampai Jumat kemarin, lokasi longsor belum diperbaiki, tetapi sudah ditutupi terpal supaya longsor tidak tambah parah.

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…