Ilustrasi jenazah korban overdosis obat-obatan (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi jenazah. (JIBI/Solopos/Dok.)
Sabtu, 9 April 2016 15:35 WIB Arif Fajar. S/JIBI/Solopos Solo Share :

KECELAKAAN SOLO
Tragis, Lewati Rel Ganda, Warga Rejosari Tewas Tertabrak Kereta Api

Kecelakaan Solo terjadi di Banjarsari saat warga Rejosari tewas setelah tertabrak kereta api (KA)

Solopos.com, SOLO – Seorang warga Rejosari RT001/RW013 Gilingan, Banjarsari Solo, Sri Gemi,58, tewas setelah tertabrak kereta api (KA) barang bermuatan semen, Sabtu (9/4/2016) pagi di kampung setempat.

Peristiwa nahas yang dialami korban, menurut Wono, warga setempat, bermula ketika korban pagi itu sekitar pukul 06.35 WIB hendak menyeberang rel dari arah barat ke timur.

Saat kejadian korban naik sepeda menyeberang rel pertama tidak ada masalah karena tidak ada kereta api melintas. Ketika hendak melintasi rel kedua, korban diduga kurang hati hati sehingga tidak mengetahui ada kereta api barang yang melintas.

Korban yang terkejut begitu ada kereta api yang melintas langsung panik dan tidak mampu menguasai diri, sehingga tubuhnya tertabrak kereta api dan terpental beberapa meter.

“Tubuh korban terpental dan kepalanya membentur rel. Korban meninggal akibat luka di kepala da tulang belakang yang patah,” jelas Wono kepada solopos.com, Sabtu.

Sementara keterangan dari warga lainnya, korban biasa melewati rel ganda di kampungnya tersebut.

“Saya tidak tahu persis kejadiannya namun begitu petugas gerbong memberitahu warga ada pengendara sepeda onthel tertabrak kereta api, langsung mendatangi lokasi dan ternyata Sri Gemi, warga sini [Rejosari] yang tertabrak kereta api,” tutur Min kepada wartawan.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…