170112GTT-PTT
Sabtu, 9 April 2016 20:50 WIB Semarang Share :

KEAMANAN UNGARAN
Anak Jalanan Buat Resah, Member Grup Ungaran Akan Temui Kapolsek

Keamanan Ungaran yang mulai meresahkan akibat kelakuan anak-anak jalanan membuat member Grup Facebook Ungaran berniat menggelar audensi bersama pihak kepolisian.

Solopos.com, UNGARAN – Berawal dari keprihatinan akan kondisi lingkungan di Ungaran yang mulai tidak kondusif, netizen Grup Facebook Ungaran berencana menggelar audensi dengan Kapolsek Ungaran, Komisaris Polisi (Kompol) Supardji.

Rencana audensi ini kali pertama dikabarkan oleh pemilik akun Facebook, Sumariyadi Lerep. Dalam postingnya, Sumaryadi mengaku telah mendapat lampu hijau dari Kapolsek Ungaran untuk mengumpulkan para anggota Grup Facebook Ungaran.

“Habis ngobrol sama pak Kapolsekta Ungaran, apa yg menjadi keluh kesah warga ungaran, tentang anak punk / yg suka nodong, minta paksa, lempar mobil, pak kapolsek ingin ngobrol dgn member ungaran terutama pengurus/aktivis, kapan saja jenengan tongkrong kopdar kecil2an beliau bersedia diajak ngobrol ngopi bareng, atau setiap saat beliau siap menerima kehadiran teman2 utk menyampaikan keluh kesah gangguan kamtibmas kota ungaran, colek saya kalo memang ada yg bersedia nanti saya ikut, suwun,” tulis Sumariyadi di Grup Facebook Ungaran, Selasa (5/4/2016).

Rencana Sumariyadi ini pun mendapat respons beragam dari para anggota Grup Facebook Ungaran lainnya. Banyak di antara para anggota itu yang setuju dan siap mendukung suksesnya acara itu.

“Lanjutkan, ciptakan Ungaran damai,” tulis akun Mohammad Djonni.

“Pak lurahku Sumariyadi Lerep memang mantap dah,” sambung akun Al Huda.

“Siap bantu,” imbuh akun Hari Kridanto.

“Saya siap ikut melu urun rembug om,” timpal akun Agung Katut.

Kepada Solopos.com, Jumat (8/4/2016), Sumariyadi Lerep mengaku ide menggelar diskusi bareng Kapolsek Ungaran itu keluar setelah dirinya melihat banyaknya keluhan dari para anggota Grup Facebook Ungaran akan banyaknya gangguan keamanan di lingkungan sekitarnya yang acap terjadi belakangan ini. Gangguan itu kebanyakan disebabkan oleh anak-anak
jalanan yang sering kali mengamen dan meminta uang secara paksa.

Bahkan tak jarang dari para anak jalanan ini yang acap merusak fasilitas umum hingga membuat kekhawatiran para warga Ungaran.

“Beberapa waktu lalu, teman-teman member bahkan berencana melakukan sweeping. Lalu saya usulkan untuk jangan main hakim sendiri, lebih baik audensi dulu dengan pihak yang berwenang. Kami sebenarnya tidak masalah dengan anak-anak punk [jalanan] itu asalkan tidak mengganggu. Tapi ini sudah ke ranah kriminal dan meresahkan. Ada yang nodong
[malak], minta paksa, dan lain sebagainya,” beber Sumariyadi.

Sumariyadi menambahkan hingga kini rencana menggelar diskusi dan audensi dengan Kapolsek Ungaran itu belum dipastikan waktunya. Pihaknya, baru akan melakukan koordinasi dengan para member Grup Ungaran dan para pengurusnya, pada Selasa (12/4/2016).

“Semoga bisa terlaksana, karena Pak Kapolres juga sudah setuju dan beliau juga sudah meminta kami agar rencana ini segera direalisasikan,” imbuh Sumariyadi.

griya mambu kuning, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…