Foto kunjungan para siswa SMPN 1 Gemolong di Griya Solopos, Jl. Adisucipto 190, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/4/2016). (Evi Handayani/JIBI/Solopos.com) Foto kunjungan para siswa SMPN 1 Gemolong di Griya Solopos, Jl. Adisucipto 190, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/4/2016). (Evi Handayani/JIBI/Solopos.com)
Sabtu, 9 April 2016 12:25 WIB Evi Handayani/JIBI/Solopos.com Solo Share :

FOTO KUNJUNGAN MEDIA
Bersama Sukarelawan Estonia, Siswa SMPN 1 Gemolong Tilik Dapur Redaksi Solopos

Foto kunjungan media kali ini menampilkan kunjungan para siswa SMPN 1 Gemolong.

Solopos.com, SOLO — Bersama seorang sukarelawan asal Estonia, Maibell, sekitar 50 siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Gemolong, menilik dapur redaksi Griya Solopos, di Jalan Adisucipto 190, Solo, Sabtu (9/4/2016).

Guru SMPN 1 Gemolong, Warseno, menjelaskan kunjungan kali ini untuk memperkenalkan siswa-siswanya dengan proses kerja redaksi pemberitaan. Menurut Warseno, rombongan ini merupakan gabungan dari seluruh pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) 2016, empat pengurus redaksi Majalah Excellent, siswa kelas VII dan VIII.

“Jadi tujuan dari kunjungan ini, ya untuk memberi wawasan siswa tentang dapur redaksi di Solopos,” ujar Warseno.

Pada kunjungan ini, sebagian siswa berkesempatan menjajal studio rekaman, dalam rangka memberi ucapan selamat ulang tahun untuk Radio Solopos FM yang memasuki usia ke-12.

Relawan Estonia Maibell (Istimewa)

Relawan Estonia Maibell

Tak ketinggalan, relawan asal Estonia, Maibell, 25, secara spesial juga memberi greeting untuk pendengar Radio Solopos FM. Maibell mengisahkan, ia tertarik menjadi relawan di Indonesia. Melalui foundation Cipta Bangsa yang bermarkas di Semarang, Maibell ditempatkan di Kecamatan Gemolong, Sragen. Di kecamatan tersebut, Maibell tinggal di rumah Kepala Sekolah SMPN 1 Gemolong, Wiyono.

“Aku menghabiskan waktu dengan mengajar anak-anak di sekolah dan juga yoga ketika di rumah,” kata Maibell.

Menurut Maibell, ia sudah dua kali berkunjung ke Kota Solo. Sukarelawan yang akan pulang ke negaranya pada bulan Juni mendatang ini mengaku, sangat menyukai nasi goreng. Ia juga menyukai teh manis, yang biasa disajikan orang-orang Indonesia sebagai minuman jamuan.

“Aku sangat suka yang manis-manis,” ujarnya.

Kepada Solopos.com, Maibell menceritakan sedikit gambaran tentang sistem pendidikan di negaranya.

“Perbedaannya, di negara saya peraturan sekolah lebih disiplin. Di sana pendidikan juga gratis sampai ke tingkat universitas dan siswa berpakaian bebas, tidak ada seragam,” terang Maibell.

IMG_20160409_104102

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…