Ilustrasi (istimewa)
Sabtu, 9 April 2016 17:19 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

DANA DESA
Tak Kunjung Cair, Program Pembangunan Terancam Gagal

Dana desa, waktu pencairan belum jelas.

Solopos.com, SLEMAN- Pencairan dana desa tahun ini belum jelas kepastiannya. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengancam kegiatan dan program pembangunan di desa-desa yang menggunakan dana tersebut. Pemdes berharap pencairan dana tersebut segera dilakukan.

Menurut Kepala Desa (Kades) Sundangrejo Kecamatan Minggir Catur Tri Suwanti menjelaskan, sampai saat ini pencairan dana desa belum bisa dipastikan. Padahal, katanya, sejumlah program seperti pembangunan infrastruktur di wilayahnya dianggarkan dengan dana desa. Selain pembangunan atau perbaikan talut, jalan desa, drainase, pihaknya juga melakukan juga menganggarkan proyek infrastruktur lainnya.

“Kalau tidak segera cair, dikhawatirkan mengganggu kegiatan pembangunan yang dicanangkan. Sebab semuanya sudah diprogramkan dan menggunakan dana desa itu,” kata Catur kepada Harian Jogja, Jumat (8/4/2016).

Pemdes Sendangrejo sendiri, lanjut Catur, tahun ini menerima dana desa kurang lebih Rp700 juta. Meski ada anjuran penggunaan dana desa dengan komposisi 60% untuk infrastruktur dan 40% untuk pemberdayaan, namun Pemdes dan masyarakat menyepakati penggunaan dana desa hanya untuk infrastruktur.

“Memang dianjurkan komposisi seperti itu. Tapi kami juga diberi wewenang (penggunaan dana desa) untuk semua insfrastruktur karena itu sangat menunjang perekonomian dan penting bagi masyarakat,” tukasnya.

Harapan agar pencairan dana desa segera dilakukan juga disampaikan Kepala Desa Condongcatur, Depok, Reno Candra Sangaji. Dia setuju dengan mekanisme pencairan dana desa melalui dua tahap. Menurutnya, dengan pola seperti dalam penyerapan dana desa akan lebih lebih optimal untuk penyerapan dana.

“Dengan dua tahap pencairan, kami bisa banyak waktu untuk mengerjakan program kami baik kegiatan fisik maupun non fisik, itu lebih terarah,” katanya.

Sementara Kades Kepuharjo, Cangkringan, Heru Suprapto mengusulkan agar pencairan dana desa cukup dilakukan sekali dalam satu tahun. Menurutnya, bila pencairannya dilakukan sekali maka program-program yang dicanangkan bisa lebih terarah lagi. “Pelaksanaan kegiatannya lebih cepat karena seluruh dana sudah dipegang oleh desa,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…