Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) meninjau lokasi kebakaran Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, Senin (29/12/2014). Wapres JK menyatakan pemerintah kota dibantu pemerintah pusat menanggung seluruh revitalisasi Pasar Klewer terbakar itu dalam waktu satu tahun. (JIBI/Solopos/Antara/Andika Betha) Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah). (JIBI/Solopos/Antara/Andika Betha)
Sabtu, 9 April 2016 23:10 WIB JIBI/Solopos/Newswire Ekonomi Share :

ANGGARAN DAERAH
JK Sindir Daerah Kerap Belanja Barang Mewah

Anggaran daerah triliunan daerah belum terserap.

Solopos.com, JAKARTA — Anggaran daerah Rp 183 triliun masih mengendap di bank. Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyebutkan nilai APBN dan APBD terus meningkat namun pertumbuhan ekonomi tidak sesuai harapan. Dia menyindir daerah yang kerap belanja barang yang mewah sehingga menyedot anggaran.

”Ada mebel mewah buatan Italia, juga mobil mewah, jadi belanja mereka lebih banyak ke operasional bukan untuk dorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi,” kata dia sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara dan Detik, Jumat (8/4/2016).

JK mengingatkan kepala daerah tidak main-main dengan korupsi. Selama 10 tahun 9 menteri, 19 gubernur, 200-an bupati/wali kota, dan 45 anggota DPR yang tersangkit korupsi di KPK.

JK menerangkan pemerintah pusat tidak berharap ada kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi. Namun, dalam tiap realisasi program kerja, kerap ada celah yang menyebabkan tergoda korupsi. Jokowi menambahi kepala daerah harus mesra dan akur hingga akhir jabatan

Presiden Jokowi mengingatkan kepala daerah harus menjaga inflasi di masing-masing wilayah. Idealnya pertumbuhan ekonomi berada di atas inflasi sehingga ada penambahan kesejahteraan yang dirasakan warga.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…