Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (JIBI/Solopos/Antara)
Jumat, 8 April 2016 05:40 WIB Mayang Lestari/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

UJIAN NASIONAL
Ada Kesalahan Teknis di Soal, Siswa Kebingungan

Peserta UN di SMK Pembangunan 2 Karangmojo menerima soal yang mengalami kesalahan teknis sehingga menimbulkan kebingungan sesaat.

 

 

Solopos.com, KARANGMOJO-Hari ini siswa SMK menyelesaikan hari terakhir Ujian Nasional (UN) program kejuruan. Selama tiga hari pelaksanaan UN kemarin tidak ditemukan permasalahan, namun Persoalan justru terjadi di hari terakhir UN. Peserta UN di SMK Pembangunan 2 Karangmojo menerima soal yang mengalami kesalahan teknis sehingga menimbulkan kebingungan sesaat.

Kepala Sekolah SMK Pembangunan 2 Karangmojo, Ahmad Darmadi menungkapkan pesertanya telah melewati tiga hari ujian nasional dengan lancar. Sekolahnya yang masih menggunakan sistem PBT tersebut tak banyak menerima keluhan dari 155 siswa yang menjadi peserta UN. Namun, pada hari keempat yang sekaligus menjadi hari terakhir UN, peserta menemukan soal yang tidak lengkap sehingga tidak dapat dikerjakan.

“Ada beberapa soal yang tidak dilengkapi gambar, sehingga tidak dapat dikerjakan oleh peserta,” ungkapnya, Kamis (7/4/2016).

Kasus soal yang tidak lengkap tersebut ditemukan di kedua program kejuruan SMK Pembangunan 2 Karangmojo, yakni Program Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Sepeda Motor. Meskipun tersedia cadangan soal namun kondisi seluruh soal sama saja, yakni beberapa nomor soal tidak dilengkapi dengan keterangan gambar.

Ketika menemukan kasus soal tersebut, pihaknya segera menghubungi pokja untuk melaporkan kekeliruan soal namun pihak pokja hanya menginstruksikan untuk menuliskan di berita acara saja.

“Saya langsung menghubungi pokja untuk meminta keterangan. Namun memang tidak ada ralat, sehingga kemungkinan soal tidak akan diperhitungkan,” kata dia.

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut kemungkinan dialami oleh seluruh peserta di DIY, karena pihaknya pun mencoba berkomunikasi dengan sekolah lain yang ternyata mengalami hal yang sama. Menurutnya hal tersebut harus jadi evaluasi pembuat soal di tahun berikutnya terutama beberapa sekolah masih bersistem PBT.

Selain itu, dalam pelaksanaan UN tahun ini, sekolah yang ia ampu tersebut tidak dapat meluluskan 100 persen pesertanya. hal tersebut dikarenakan terdapat empat siswa yang secara sepihak mengundurkan diri untuk mengikuti Ujian Nasional.

Berbagai alasan muncul diantaranya karena sudah bekerja dan menikah, sehingga empat siswa yang telah terdaftar sebagai peserta UN 2016 tersebut tidak memilik motivasi besar untuk menyelesaikan sekolah.

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…