Siswa SMAN 2 Salatiga tengah mengikuti ujian nasional (UN) 2016, Senin (4/4/2016). Pelaksanaan UN 2016 di SMAN 2 Salatiga digelar dengan menggunakan metode ujian nasional berbasis komputer (UNBK). (Imam Yudha S/JIBI/Semarangpos.com) Siswa SMAN 2 Salatiga tengah mengikuti ujian nasional (UN) 2016, Senin (4/4/2016). Pelaksanaan UN 2016 di SMAN 2 Salatiga digelar dengan menggunakan metode ujian nasional berbasis komputer (UNBK). (Imam Yudha S/JIBI/Semarangpos.com)
Jumat, 8 April 2016 13:50 WIB Imam Yudha S/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

UJIAN NASIONAL 2016
15 Siswa Kabupaten Semarang Ikut UN Susulan

Ujian Nasional 2016 di Kabupaten Semarang bakal diikuti sebanyak 15 siswa secara susulan.

Solopos.com, UNGARAN — Sebanyak 15 siswa SMA atau yang sederajat di Kabupaten Semarang terpaksa harus menempuh ujian secara susulan, pekan depan. Mereka dipastikan mengikuti ujian susulan karena tak bisa menempuh ujian nasional (UN) pekan ini karena sakit.

“Mereka tidak masuk atau tidak bisa ikut ujian sejak hari pertama UN, Senin [4/4/2016], karena sakit. Praktis, mereka akan kami ikutkan ujian susulan yang mulai digelar 11-13 April mendatang,” terang Ketua Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, kepada wartawan, Kamis (7/4/2016).

Terkait UN susulan ini, Dinas P dan K Kabupaten Semarang telah melakukan sederet persiapan. Salah satu persiapan itu antara lain,
yakni menyediakan naskah hingga lokasi untuk digunakan ujian susulan.

Naskah soal ujian susulan bahkan sudah disediakan sejak awal oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian P dan K. Sedangkan, lokasi ujian susulan digelar secara terpusat di masing-masing sub rayon dari tempat siswa itu sekolah.

“Sub Rayon 01 ada di SMAN 1 Ungaran, Sub Rayon 02 di SMAN 1 Ambarawa dan Sub Rayon 03 di SMAN 1 Tengaran,” imbuh Dewi.

Dewi memastikan kendati sifatnya susulan, bobot soal maupun pengawasan dari pelaksanaan ujian susulan itu tak jauh berbeda dengan UN normal. “Soalnya memang beda dengan UN tapi bobotnya sama. Yang pasti, kami tidak akan melakukan pembedaan,” beber Dewi.

Sementara itu, Ketua Panita UN 2016 Kabupaten Semarang, Adi Prasetyo, menambahkan mereka yang ikut ujian susulan di antaranya berasal dari SMAN 1 Ungaran, SMAN 2 Ungaran, SMAN 1 Banyubiru, SMA Bhakti Muda Kaliwungu, SMA Persit atau Kartika III-1 Bayubiru, SMA Taman Madya Ambarawa dan SMK 1 Bawen. UN susulan digelar di masing-masing sub rayon menyesuaikan jenis UN yang digelar sekolahnya.

“Jika sekolahnya menggelar UN secara PBT [paper based test], maka susulannya juga pakai PBT. Demikian juga yang sekolahnya menggelar UN berbasis komputer [UNBK], susulannya juga pakai komputer,” terang Adi.

Lancar
Adi menambahkan dari pengamatan pihaknya pelaksanaan UN SMA/sederajat di Kabupaten Semarang aman dan lancar. Pihaknya tidak mencium indikasi adanya kecurangan yang dilakukan siswa seperti mendapat bocoran jawaban UN. “Karena memang tidak ada bocoran yang beredar di sini,” imbuh Adi.

Di sisi lain, Adi menjelaskan hasil UN kali bukanlah penentu kelulusan para siswa. Ia pun berharap siswa secara psikologis tidak terbebani dengan pelaksanaan UN kali ini.

lowongan pekerjaan
PT. BPR Bina Langgeng Mulia, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….