Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Karoseri Laksana, Ungaran yang menyiapkan 3.000 bus rapid transit pesanan pemerintah, Rabu (22/7/2015). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Karoseri Laksana, Ungaran yang menyiapkan 3.000 bus rapid transit pesanan pemerintah, Rabu (22/7/2015). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Jumat, 8 April 2016 05:50 WIB JIBI/SOLOPOS/Antara Semarang Share :

TRANSPORTASI SEMARANG
Harga BBM Naik-Turun, Tarif Trans Semarang Tetap

Transportasi Semarang, yakni bus Trans Semarang tarifnya tak akan berubah meskipun harga BBM mengalami perubahan.

Solopos.com, SEMARANG – Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang mengatakan tarif tiket Trans Semarang tak terpengaruh dengan naik-turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) karena komponen biayanya disubsidi oleh Pemerintah Kota Semarang.

“Mau [harga] BBM naik, mau turun, tarif tiket Trans Semarang tetap Rp3.500/orang untuk dewasa dan Rp1.000/orang untuk pelajar. Itu semua harga subsidi,” kata Kepala BLU Trans Semarang Joko Umboro, Kamis (7/4/2016).

Ia menjelaskan penetapan tarif tiket Trans Semarang diatur dengan keputusan wali kota dan selama ini belum ada perubahan atas keputusan tarif. Meskipun, harga BBM beberapa kali mengalami kenaikan dan penurunan.

Namun, kata dia, pengaruh kenaikan dan penurunan harga BBM memang dirasakan pada beban operasional Trans Semarang meski tidak dibebankan kepada masyarakat secara penuh dengan subsidi yang diberikan.

“Selama ini, tarif tiket penumpang Trans Semarang masih disubsidi. Begini, seandainya tidak disubsidi maka tarif yang dikenakan kepada penumpang Trans Semarang di kisaran Rp6.600/orang,” katanya.

Menurut dia, pengelolaan Trans Semarang memang tidak semata-mata mengandalkan profit atau keuntungan, tetapi lebih berorientasi pada “benefit” atau manfaat yang dirasakan oleh masyarakat luas.

Maka dari itu, Joko mengharapkan masyarakat memanfaatkan secara baik layanan jasa transportasi yang disediakan Pemerintah Kota Semarang, termasuk merawat dan menjaga sarana prasarana pendukungnya.

Ia mencontohkan keberadaan halte atau “shelter” yang sudah disediakan pemerintah untuk membantu akses masyarakat pengguna jasa BRT semestinya jangan dicoret-coret atau dinodai aksi vandalisme.

“Anggaran yang diberikan Pemkot Semarang untuk pengelolaan Trans Semarang juga terus meningkat. Dari tahun lalu, anggaran dananya sekitar Rp53 miliar, tahun ini naik menjadi Rp73 miliar,” katanya.

Sementara itu, Manager Pengelola Operasional BRT Trans Semarang Sandy Wicaksono menyebutkan masyarakat pengguna layanan Trans Semarang juga semakin banyak, seperti pada 2015 dengan total 6,6 juta penumpang.

“Pada tahun ini, kami menargetkan penumpang yang terlayani juga semakin banyak, yakni naik 12 persen dari jumlah penumpang tahun lalu, Apalagi, ada penambahan dua koridor pada tahun ini,” pungkasnya.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…