Seminar seputar mitos dan deteksi dini kanker serviks oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bantul, Kamis (7/4/2016). Seminar tersebut diikuti oleh seluruh perwakilan ibu-ibu PKK di Kabupaten Bantul.(Yudho Priambodo/JIBI/ Harian Jogja) Seminar seputar mitos dan deteksi dini kanker serviks oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bantul, Kamis (7/4/2016). Seminar tersebut diikuti oleh seluruh perwakilan ibu-ibu PKK di Kabupaten Bantul.(Yudho Priambodo/JIBI/ Harian Jogja)
Jumat, 8 April 2016 22:55 WIB Yudho Primbodo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

TIPS KESEHATAN
Gejala Awal Kanker Serviks Baru Terasa Setelah 10 Tahun

Tips kesehatan mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks.

Solopos.com, BANTUL- Upaya melakukan deteksi dini dan pencegahan penyakit kanker serviks kini haruslah lebih ditingkatkan oleh warga Bantul. Meskipun bukan termasuk jenis penyakit menular pasalnya kanker serviks merupakan penyakit penyebab kematian utama bagi wanita di negara berkembang termasuk Indonesia.

Ketua panitia seminar yang juga Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Sehat (PMS) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul Sehat Sidik Rohadi mengatakan dewasa ini beban akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) termasuk kanker serviks semakin meningkat.

“Masyarakat harus lebih waspada terhadap kanker serviks, pasalnya penyakit ini mengakibatkan kematian lebih banyak daripada penyakit AIDS, malaria, dan TBC, bahkan jika ketiga penyakit tersebut digabung jumlah korban kanker serviks terlampau masih lebih banyak, ” katanya.

Perlu diketahui oleh masyarakat, bahaya dari kanker serviks adalah pada tahap dini penyakit ini tidak memiliki gejala-gejala nyata sehingga penderita merasa sehat-sehat saja. Gejala dari kanker serviks baru mulai terasa sekitar 10 tahun setelah terjangkit virus.

“Karena itu cara untuk melakukan pencegahan adalah dengan melakukan deteksi dini dengan pemeriksaan secara rutin , kemudian melakukan PAP Smear, deteksi lanjut, vaksinasi Human papillomavirus (HPV), dan tentu saja menghindari faktor pemicu seperti hubungan seks yang tidak sehat dan merokok,”paparnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Erna Kusmawati Suharsono mengatakan ‘mencegah lebih baik dari mengobati’, begitu ujarnya dalam membuka acara seminar seputar mitos dan deteksi  dini kanker serviks di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bantul, Kamis (7/4/2016).

Ia juga berharap  semoga ibu-ibu dapat mengetahui bahaya kanker serviks sejak dini. “Jangan sampai menunggu sampai parah baru kemudian diperiksakan, karena nanti imbasnya ke keluarga ,”katanya.

Sidik juga menambahkan selain menyasar para ibu-ibu PKK , Dinkes juga terus akan megadakan sosialisasi tentang permasalahan penaggulangan danpencegahan penyakit berbahaya.

“Karena banyaknya permasalah kesehatan kita akan terus memberikan sosialisasi jenis-jenis penyakit lain terhadap remaja dan anak-anak sekolah juga seluruh warga Bantul,” ujar Sidik.

Dalam seminar tersebut para peserta yang hadir juga berkomitmen untuk mencegah dan mendeteksi dini kanker serviks dengan memberikan tanda tangan mereka dalam spanduk bertuliskan ‘cegah dan deteksi dini kanker serviks’.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…