Ilustrasi diabetes (Iran-daily.com) Ilustrasi diabetes (Iran-daily.com)
Jumat, 8 April 2016 01:20 WIB Mediani Dyah Natalia/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

TIPS KESEHATAN
60 Persen Masyarakat Tak Sadar Idap DM, Ini Gejalanya

Tips kesehatan menangani diabetes militus (DM).

Solopos.com, SLEMAN-Indonesia merupakan negara yang berada di urutan ke-4 dengan prevalensi diabetes tertinggi di dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat. Bahkan jumlah pengidap diabetes militus (DM) meningkat tiap tahun, terutama untuk DM tipe 2.  Data WHO memperkirakan jumlah penderita DM tipe 2 di Indonesia meningkat signifikan hingga 21,3 juta jiwa pada 2030 mendatang.

“Lebih dari 60 persen pengidap diabetes tidak sadar kalau terkena diabetes. Kebanyakan datang ke dokter dalam kondisi sudah komplikasi,” ungkap Ahli Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) R. Bowo Pramono, seperti dikutip dari rilis yang Harianjogja.com terima Rabu (6/4/2016).

Melihat kondisi ini Bowo menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat untuk lebih mengenali gejala diabetes sedini mungkin. Terdapat tiga gejala klasik diabetes yang dikenal dengan istilah 3 P yaitu poliuri atau sering buang air kecil, polifagi atau sering merasa lapar, dan polidpsi atau sering merasa haus. Disamping itu juga mengalami penurunan berat badan tanpa disertai dengan sebab yang jelas.

“Gejala-gejala ini memang kerap tidak diperhatikan sebagai keadaan yang harus dikhawatirkan sehingga tidak ada langkah untuk melakukan pemeriksaan ke dokter,” terangnya menyambut peringatan Hari Kesehatan Sedunia Kamis (7/1/2016) besok. Dalam peringatan hari kesehatan sedunia tahun ini WHO mengangkat tema upaya pengentasan diabetes.

Bowo menyebutkan bahwa diabetes bukanlah suatu openyakit yang mematikan. Namun begitu, penyakit yang timbul akibat peningkatan kadar gula dalam darah ini bisa memastikan apabila terjadi komplikasi.

“Karenanya skrining itu diperlukan dengan rajin check up setahun sekali,” tegasnya.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…