KA Prameks melintas di Stasiun Lempuyangan, Jogja (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Jumat, 8 April 2016 10:20 WIB Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Stasiun Lempuyangan Akan Bertaraf Internasional

Stasiun Lempuyangan akan ditata

Solopos.com, JOGJA – Stasiun Lempuyangan akan berbenah. Stasiun yang menjadi pemberhentian kereta kelas ekonomi dan bisnis itu akan disulap menjadi stasiun bertaraf Internasional.

Executive Vice President PT KAI Daerah Operasi 6 DIY Hendy Helmi mengatakan rencana renovasi itu dilakukan karena kondisi stasiun Lempuyangan yang dinilai sudah tal lagi layak. Terlebih bila bandara internasional DIY resmi dibuka maka lonjakan penumpang akan semakin besar.

“Dilihat saja Lempuyangan kondisinya sudah kurang layak, terlalu padat dan terlalu mepet dengan jalan, jadi kurang nyaman bagi wisatawan,” kata dia di Kompleks Kepatihan Kamis (7/4/2016).

Penataan akan dilakukan dengan mengubah arah menghadap Stasiun Lempuyangan. Muka stasiun akan berubah menghadap ke utara. Gudang semen yang saat ini menempati sisi utara rel akan dipindahkan ke stasiun Kalasan. Lahannya menjadi area perluasan stasiun Lempuyangan sekaligus menjadi lokasi bangunan utama stasiun.

Untuk pembebasan lahan gudang semen dan perluasan stasiun, Hendy mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu izin dari Kraton Jogja. Terlebih status sebagian lahan di sisi utara stasiun Lempuyangan merupakan Sultan Ground (SG).

“Kami minta izin ke kraton untuk rencana ini, kalau pemindahan gudang itu memang harapan Gubernur DIY karena rasanya tidak pas ada gudang semen di tengah kota,” tutur dia.

Tak hanya stasiun Lempuyangan saja yang akan dibenahi, pada saat yang bersamaan KAI Daop 6 juga akan mempermak Stasiun Tugu agar lebih nyaman. Seperti Lempuyangan, stasiun Tugu juga akan dinaikkan kelasnya untuk memenuhi standar internasional.

Untuk Tugu, Hendy mengatakan pihaknya berencana membuat stasiun check in di sisi utara. Untuk itu mereka juga akan melakukan beberapa langkah pembebasan lahan  dengan menertibkan beberapa bangunan.

“Kami juga minta bantuan Kraton untuk itu karena disana juga sebagian merupakan lahan milik Kraton,” tambah Hendy.

Terkait desain di Lempuyangan dan Tugu, Hendy mengatakan saat ini mereka tengah melakukan pembuatan gambar desain untuk kedua stasiun itu. Di Lempuyangan misalnya mereka akan melengkapi stasiun itu dengan ruang tunggu dan parkir yang lebih memadai. Selain itu beberapa fasilitas penunjang juga akan dipasang untuk memastikan kenyamanan penumpang.

Sementara di Tugu konsep pembangunannya lebih kompleks. Selain fasilitas umum yang layak, mereka juga berencana membangun kawasan perkantoran dan hotel transit bagi pengguna jasa kereta api maupun wisatawan.  Seluruh pembangunan ini diharapkan bisa mulai dikerjakan tahun ini dengan sumber pendanaan dari PT KAI.

“Rencananya juga akan ada tempat makan yang menyediakan menu internasional, sehingga penumpang dari luar negeri juga bisa menikmati bersantap di stasiun,” pungkas dia.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan tak masalah dengan adnaya rencana renovasi stasiun Lempuyangan dan Tugu. Dia juga memberi lampu hijau terkait rencana penggunaan SG sebagai perluasan stasiun. PT KAI juga sudah mulai bisa melakukan proses penertiban sambil menunggu verifikasi Hak Guna Bangunan (HGB) dari Kraton.

“Untuk memperlancar prosesnya kalau bisa dibentuk tim supaya bisa kerjasama dengan kota karena wilayah itu menjadi wewenang Pemerintah kota,” kata Sultan.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…