Ilustrasi
Jumat, 8 April 2016 06:40 WIB sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

PERAMPOKAN
Pukul Kepala Korban Lalu Bawa Lari Mobil

Tiga hari setelah kejadian pelaku ditangkap Unit Reskrim Polsek Depok Timur, Kamis (6/4/2016) malam.

 

 

Solopos.com, SLEMAN – Aksi perampokan tunggal kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sleman tepatnya di Nanggulan RT01/RW15 Maguwoharjo Depok Sleman. Tiga hari setelah kejadian pelaku ditangkap Unit Reskrim Polsek Depok Timur, Kamis (6/4) malam. Motif dendam melatarbelakangi perampokan dengan memukul kepala korban menggunakan palu hammer.

Pelaku bernama Setiaji, 45, warga Bandung yang tinggal di Condongcatur, Depok, Sleman. Korbannya adalah Gusmanto, 52, warga Kanoman RT02/RW05 Banyuraden, Gamping, Sleman.

Kapolsek Depok Timur Kompol Danang Bagus Anggoro menjelaskan, peristiwa itu berawal saat korban bersama istrinya Desi mengantar mobil yang akan dipinjam temannya untuk berobat di Nanggulan, Maguwoharjo, Minggu (3/4) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat tiba di dekat rumah temannya, tersangka datang menghampiri korban dan istrinya. Setelah berbasa basi justru tersangka memukuli kepala korban menggunakan palu besi. Teman korban akan membantu namun gagal karena tersangka membawa senjata. Merasa ketakutan, korban dan istrinya pun lari. Setelah itu tersangka membawa kabur mobil Daihatsu Gran Max Nopol G 8847 HA milik korban.

“Korban kembali lagi ke TKP mobil sudah tidak ada. Tersangka membawa lari mobil itu ke Jakarta hari itu juga langsung dibawa,” ungkap Kapolsek, Kamis (7/4/2016).

Setelah melapor pihaknya melakukan penyelidikan. Mendapat informasi tersangka akan kembali ke tempat tinggalnya di Condongcatur, polisi langsung menyanggong dan meringkusnya. Meski demikian, hingga kemarin keberdaan mobil belum diketahui. Kepada penyidik tersangka mengaku mobil dititipkan kepada seseorang di Jakarta. “Anggota saat ini sedang menuju Jakarta untuk mencari barang bukti mobil tersebut,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…