Seorang bayi perempuan ditemukan di depan pintu gerbang Panti Asuhan Putra Santa Maria di Dusun Boro, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo, Kamis (7/4/2016). Bayi itu kemudian mendapatkan perawatan intensif oleh tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Seorang bayi perempuan ditemukan di depan pintu gerbang Panti Asuhan Putra Santa Maria di Dusun Boro, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo, Kamis (7/4/2016). Bayi itu kemudian mendapatkan perawatan intensif oleh tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 8 April 2016 07:55 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

PENEMUAN BAYI
Temukan Ibu Pembuang Bayi, Polsek Kalibawang Periksa RS & Klinik

Penemuan bayi terjadi di Kalibawang

Solopos.com, KULONPROGO-Penemuan bayi perempuan terjadi di depan pintu gerbang Panti Asuhan Putra Santa Maria di Dusun Boro, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo, Kamis (7/4/2016) pagi pada sekitar pukul 05.20 WIB. Kondisi bayi tersebut dinyatakan kritis dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates.

Kapolsek Kalibawang, Kompol Joko Sumarah menyampaikan Petugas Polsek Kalibawang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas pelaku pembuang bayi. Pemeriksaan juga menyasar sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain.

“Ibu bayi mengalami pendarahan sehingga diduga bakal berobat ke rumah sakit,” kata Joko.

(Baca Juga : PENEMUAN BAYI : Ditemukan di Depan Gerbang Panti Asuhan, Bayi Ini Kritis)

Kepala Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Wates, Eko Budiharto mengungkapkan, bayi yang diberi nama Creisen tersebut diketahui memiliki berat badan 710 gram dan panjang 34 sentimeter. Ukurannya dinilai jauh dari bayi normal yang rata-rata seberat lebih dari 2.500 gram. Paru-paru bayi juga belum berkembang maksimal sehingga tim medis segera memasang alat bantu pernafasan.

“Saat lahir, usianya diperkirakan baru enam bulan,” ujar Eko.

Melihat kondisi tali pusar yang telah terpotong, Eko menduga bayi dilahirkan tanpa pertolongan medis. Menurutnya, pemotongan diperkirakan menggunakan gunting secara tidak profesional dan tidak diikat dengan tepat sehingga terjadi pendarahan. Eko menambahkan, tim medis akan berusaha maksimal memberikan perawatan agar bayi segera melewati masa kritis. Dia berharap, setidaknya berat badan bayi bisa cepat bertambah. Jika kondisi bayi membaik, proses perawatan dilanjutkan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…