Agus Triyono, 27, di Jl. Yudistira, RT 03/RW 07, Wonokarto, Wonogiri, bersama ular-ularnya (Bayu Jatmiko A/JIBI/Solopos) Agus Triyono, 27, di Jl. Yudistira, RT 03/RW 07, Wonokarto, Wonogiri, bersama ular-ularnya (Bayu Jatmiko A/JIBI/Solopos)
Jumat, 8 April 2016 21:50 WIB Bayu Jatmiko A/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

PELUANG USAHA
8 Tahun Ternak Ular, Warga Wonogiri Ini Beberkan Rahasia Sukses

Peluang usaha ternak ular digeluti warga Wonogiri.

Solopos.com, WONOGIRI — Rumah kontrakan Agus Triyono, 27, di Jl. Yudistira, RT 03/RW 07, Wonokarto, Wonogiri, selain sebagai hunian juga menjadi tempat beternak ular.

Sepuluh boks kaca, semacam aquarium berbingkai kayu, tertata di ruang depan. Di dalam boks kaca tersebut berisi hewan-hewan ternaknya, ular jenis piton dan jenis lokal.

Agus mengaku sejak kecil dia gemar mengoleksi hewan melata itu. Namun baru pada 2007 lalu, dirinya mulai mencoba beternak ular. Hingga saat ini Agus memelihara sekitar 12 ekor induk piton dan delapan ekor induk ular lokal.

“Total dengan peranakan, ada sekitar 50 ekor saat ini. Kebetulan saat ini memang belum musim kawin. Jika sudah musim bertelor, bisa lebih banyak lagi jumlahnya,” kata dia saat ditemui wartawan di rumah kontrakannya belum lama ini.

Biasanya ular piton baru dapat dikawinkan setelah usia tiga tahun. “Masa kehamilan 2 bulan, inkubasi 3 bulan. Ular yang siap kawin biasanya dia akan mogok makan, ular gampang geli dan sering menggosokkan badan di dinding atau sesuatu. Musim kawin ular adalah pertengahan tahun sampai sampai dengan Desember,” kata dia sambil mengelus beberapa hewan peliharaannya.

Bagi Agus, beternak ular merupakan usaha yang menjanjikan. Sebab harga ular jenis khusus memiliki harga yang tinggi.

“Untuk ular jenis piton impor dengan motif [sisik] normal, usia satu bulan sudah dapat dijual dengan harga Rp150.000. Tapi terkadang ada yang memiliki motif sisik lain dari pada yang lain. Itu harganya bisa lebih mahal. Untuk ukuran besar bisa mencapai Rp3,5 juta- Rp4 juta,” kata dia.

Dia juga mengatakan harga ular dapat berlipat ketika ukuran tubuhnya bertambah. “Beli ukuran kecil, paling hanya memerlukan waktu pemeliharaan dua sampai tiga tahun, harganya sudah berlipat,” kata dia.

Untuk penjualan, biasanya dia menjual ularnya kepada para penghobi ular atau kepada komunitas reptil. Agus menuturkan, pemeliharaan ular juga tidak terlalu sulit. Di rumah tersebut Agus memelihara Si Doel, seekor ular piton berusia tiga tahun dengan panjang sekitar dua meter.

Dalam satu pekan, Si Doel menghabiskan 10 ekor ayam. Jika dirupiahkan mencapai sekitar Rp500.000. Untuk ukuran yang kecil biasanya diberi makan tikus. Dalam satu bulan, ular hanya diberi makan tiga kali. “Perawatannya tidak seribet burung yang harus memberi makan setiap hari,” ujar dia.

lowongan pekerjaan
EDITOR FISIKA (Fulltime), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Ayo Sowan Simbah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (14/9/2017). Esai ini karya Joko Setiyono, pustakawan di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah jjoko@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Banyak orang tidak tahu 14 September bagi bangsa Indonesia merupakan Hari Kunjung Perpustakaan….