Pengendara sepeda motor dari arah Jl. Slamet Riyadi menerabas water barrier di Bundaran Gladag untuk menuju Jl. Mayor Sunaryo tanpa terlebih dahulu memutar ke Bundaran Tugu Pamandengan di depan Balai Kota Solo, Jumat (8/4/2016). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Pengendara sepeda motor dari arah Jl. Slamet Riyadi menerabas water barrier di Bundaran Gladag untuk menuju Jl. Mayor Sunaryo tanpa terlebih dahulu memutar ke Bundaran Tugu Pamandengan di depan Balai Kota Solo, Jumat (8/4/2016). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Jumat, 8 April 2016 15:23 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PELANGGARAN LALU LINTAS
Banyak Warga Terabas Pembatas Bundaran Gladak

Pelanggaran lalu lintas masih sering dilakukan warga dengan menerabas water barrier di Bundaran Gladak.

Solopos.com, SOLO – Banyak warga nekat melanggar lalu lintas dengan menerabas water barrier di Bundaran Gladak, Pasar Kliwon, Solo.

Pantauan solopos.com di Bundaran Gladag, Jumat (8/4/2016), banyak pengguna kendaraan roda dua dari Jl. Slamet Riyadi nekat menerabas water barrier untuk langsung menuju ke Jl. Mayor Sunaryo tanpa melalui Jl. Jendral Sudirman atau memutar balik terlebih dahulu di Bundaran Tugu Pemandengan. Bukan hanya pengguna kendaraan roda dua, beberapa pengguna kendaraan roda empat juga nekat melanggar peraturan lalu lintas.

Pengayuh becak yang mangkal di sekitar Bundaran Gladak, Supoyo, 60, mengatakan pelanggaran lalu lintas di Bundaran Gladak hampir terjadi setiap hari. Pengguna kendaraan roda dua dari Jl. Slamet Riyadi nekat menerabas water barrier di Bundaran Gladak untuk menuju Jl. Mayor Sunaryo. Dia bersaksi, sebagian besar pengguna kendaraan yang nelanggar tersebut lantas belok ke Pusat Grosir Solo (PGS) maupun Beteng Trade Center (BTC).

“Banyak yang tidak mematuhi peraturan. Para pengendara sepeda motor ingin cepat sampai di PGS atau BTS yang ada di Jl. Mayor Sunaryo. Mereka nekat menerabas pembatas [water barrier] ketimbang putar balik dulu di bundaran depan Balai Kota Solo. Beberapa mobil juga ada yang nekat seperti itu [merabas water barrier],” kata Supoyo kepada solopos.com di sekitar Bundaran Gladak, Jumat.

Supoyo mengatakan aksi nekat pengguna kendaraan menerabas water barrier tidak jarang membuat arus lalu lintas di Bundaran Gladak tersendat. Sejumlah kendaraan yang melintasi Jl. Jenderal Sudirman dari arah utara tidak bisa leluasa untuk putar balik maupun lurus ke Jl. Paku Buwono atau menuju arah Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo. Mereka terganggu dengan aksi pengendara lain yang nelaju dari Jl. Slamet Riyadi langsung ke Jl. Mayor Sunaryo.

“Padahal ada rambu lalu lintas terpasang di sekitar Patung Slamet Riyadi. Pengguna kendaraan dari Jl. Slamet Riyadi yang memilih lajur kanan untuk belok ke Jl. Paku Buwono, bukan malah ke Jl. Mayor Sunaryo. Pengendara yang hendak ke Jl. Mayor Sunaryo diminta putar balik terlebih dahulu melalui bundaran di depan Balai Kota,” papar Supoyo.

Senada, pengayuh becak lainnya, Heri, 43, menilai pengguna kendaraan dari Jl. Slamet Riyadi yang nekat menerabas water barrier merugi karena rawan mengalami kecelakaan lalu lintas. Selain bersenggolan dengan kendaraan lain dari arah utara Jl. Jendral Sudirman, menurut dia, cukup banyak pengendara yang menerabas watter barier terjatuh sendiri karena terpeleset keberadaan rel ketera api.

“Saya memang belum pernah melihat ada kecelakaan lalu lintas parag di Bundaran Gladak. Namun, kalau pengendara ngguling [terjatuh] sendiri cukup sering. Mereka memacu kendaraan dengan cepat karena cemas sedang melakukan pelanggara lalu lintas. Kalau terjatug seperti itu, para pengguna kendaraan sendiri yang rugi,” tanggap Heri.

Saat dimintai keterangan, Personel Satlantas Polres Solo yang bertugas di Pos Polisi Gladak, Briptu Supriyanto, mengonfirmasi banyaknya pengguna kendaraan melanggar peraturan lalu lintas di Bundaran Gladak. Pengguna kendaraan dari Jl. Slamet Riyadi menerabat water barrier untuk langsung menuju Jl. Mayor Sunaryo. Dia meminta masyarakat mematuhi peraturan lalu lintas agar terhindar dari kecelakaan.

“Kami cukup sering mengingatkan bahkan sampai menilang pengendara yang nekat menerabas water barrier. Mereka yang kami setop sebenarnya paham akan aturan itu, namun mengaku malas memutar balik Jl. Jenderal Sudirman karena dianggap terlalu jauh. Sebagian besar dari mereka mengaku akan masuk ke pusat belanja,” jelas Supriyanto yang berkomitmen akan lebih tegas menindak pelaku pelanggaran lalu lintas di Bundaran Gladak.

 

lowongan pekerjaan
Editor,Setter,Ilustrator, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Arsip dan Tertib Administrasi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (15/9/2017). Esai ini karya Romi Febriyanto Saputro yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan Arsip dan Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen. Alamat e-mail penulis adalah romifebri@gmail.com. Solopos.com, SOLO–UU No. 43/2007 tentang Kearsipan…