Jumat, 8 April 2016 09:51 WIB Insetyonoto/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PARKIR SEMARANG
Halte Trans Semarang Digunakan Parkir Mobil Jadi Gunjingan Netizen

Parkir Semarang yang masih semrawut yang dibuktikan dengan masih banyaknya mobil yang parkir di halte bus trans semarang menjadi gunjingan netizen.

Solopos.com, SEMARANG – Permasalah parkir di Kota Semarang yang semrawut menjadi gunjingan netizen Group Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar).

Gunjingan ini bermula dari postingan pengguna akun Facebook Usman Affandi tentang sebuah halte bus trans Semarang yang digunakan untuk parkir sejumlah mobil.

“Halte bus trans Semarang depan BCA Jl. Pemuda sudah tidak digunakan lagi ya? Soalnya digunakan parkir gitu depanya,” tulis Usman Affandi sambil memposting foto beberapa beberapa mobil diparkir di depan halte itu di Group Facebook MIK Semar, Rabu (6/4/2016).

Postingan Usman Affandi itu pun mengundang respons beragam dari para netizen. Kebanyakan mereka mengecam parkir mobil di halte trans Semarang itu.

”Kadang mampu beli mobil belum tentu mampu mengikuti aturan maklum, maklum,” tulis pengguna akun Facebook Sapta Perkas.

“Tinggal di derek semua, beres. Ayo Dishub [Dinas Perhubungan], berani menderek mereka, nggak?, timpal pengguna akun Facebook Eko Koddy.

“Kok bisa gini sih?” tulis pengguna akun Facebook Agung Wahyu Diono Awd.

”Parah tuh. Bisa beli mobil ngga bisa mikir. Kalo sopir juga pasti perlu tes ulang SIM [surat izin mengemudi],” tulis pengguna akun Facebook Theresia Tarigan.

Menurut pengguna akun Facebook Novia Sastrodihahardjo kurangnya lahan parkir ditambah jumlah mobil membuat semua dihalalkan termasuk parkir di depan halte. ”Miris yang punya mobil tidak paham,” tulisanya.

“Itu hanya alasan mbak, intinya itu peraturan yang tidak ditaati dan ditegakan,” jawab Usaman Affandi.

”Ngece [melecehkan] pemkot [pemerintah kota] itu. Di jalan Pemuda.
Jalan menuju balai kota [Kantor Wali Kota Semarang] tempat dimana petinggi kota ini berlalulalang,” tulis pengguna akun Facebook Anjar Putune Mbah Fatimah.

Sedangkan menurut akun Faceboo Dody Sriwijaya yang salah adalah juru parkir (jukir) yang mengarahkan parkir mobil di depan helte tersebut.

”Yang parah jukirnya. Mobil tidak bakal berani parkir tanpa arahan dari jukir. Perlu adanya pembinaan buat jukir nakal seperti itu,” tulis Dody Sriwijaya.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…