Presiden Jokowi menikmati fajar pertama 2016 di Dermaga Waiwo, Raja Ampat, Jumat (1/1/2016). (Istimewa/@jokowi)
Jumat, 8 April 2016 17:00 WIB Arys Aditya/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

PANAMA PAPERS
Jokowi: Saya Punya Data, "Bapak" Simpan di Swiss dan Singapura

Panama Papers memperkuat dugaan pengemplang pajak. Bahkan, Presiden Jokowi mengaku sudah punya datanya.

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah meyakini keterbukaan informasi perbankan yang berlaku secara efektif pada 2017-2018 akan berdampak positif bagi negara. Bahkan, di luar laporan Panama Papers yang bikin geger, pemerintah sudah punya data nama-nama yang diduga .

Presiden Joko Widodo mengungkapkan, rezim Automatic Exchange of Information (AEoI) yang dilancarkan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) memberi keuntungan, yaitu terbukanya seluruh data wajib pajak.

“Sebentar lagi ada buka-bukaan soal perbankan, 2017-2018 simpanan siapapun di bank akan dibuka total, meski sudah keduluan Panama Papers,” ujarnya dalam Rapat Kerja bersama Kepala Daerah seluruh Indonesia, Jumat (8/4/2016).

Kepala Negara mengatakan sebelum Panama Papers terkuak, pemerintah telah memiliki satu bendel nama-nama orang kaya yang menyembunyikan harta tanpa membayar pajak.

“Sebelum Panama, saya sudah punya satu bendel nama. Bapak menyimpan di Swiss, saya tahu, Bapak menyimpan di Singapura, saya tahu. Begitu terbuka dunia ini, tapi nanti 2017-2018 akan dibuka. Total!”

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…