Mitsubishi Mirage di Bangkok Motor Show 2016. (Liputan6.com)
Jumat, 8 April 2016 14:30 WIB Himawan Ulul/JIBI/Solopos.com Roda 4 Share :

PAMERAN IIMS 2016
Fokus ke Pajero Sport, Mitsubishi Tinggalkan Mirage

Pameran IIMS 2016 diramaikan deretan mobil Mitsubishi.

Solopos.com, JAKARTA – Stan PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) di pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 tampak penuh sesak oleh sederet mobil-mobil Mitsubishi.

Tetapi dari deretan mobil Mitsubishi di pameran IIMS 2016, All New Pajero Sport tampil paling dominan dan disusul Outlander Sport, New Triton, dan Delica. Lantas kemana perginya Mirage?

Marketing Division KTB, Irwan Kuncoro ketika dikonfirmasi menjelaskan Mitsubishi Mirage tidak diboyong ke pameran karena keterbatasan ruang. Selain itu KTB memang tengah fokus memasarkan Pajero Sport terbaru yang dirilis Januari lalu.

”Karena keterbatasan space, lalu kami saat ini lebih fokus ke post launching-nya All New Pajero Sport. Jadi lebih banyak Pajero Sport yang ditampilkan,” papar Irwan sebagaimana dikutip Solopos.com dari laman Liputan6, Kamis (7/4/2016).

Meski begitu, bukan berarti Mirage kalah laris dari Pajero Sport dan akan berhenti dijual di Indonesia. Justru sebaliknya, Irwan mengaku pihaknya tengah menyiapkan Mirage baru edisi penyegaran (facelift).

”Kami memang merencanakan itu [Mirage terbaru]. Jadi timing-nya sekitar akhir tahun atau kalau pas bisa jadi di pameran GIIAS 2016,” imbuhnya.

Irwan menambahkan stok Mitsubishi Mirage masih cukup untuk memenuhi permintaan 400 unit perbulan hingga beberapa waktu ke depan. Kendati demikian, akan hadirnya model baru tidak membuat Mirage yang saat ini dijual diberi potongan harga.

Selain memamerkan mobil, di pameran IIMS 2016 KTB juga akan mendatangkan para pemain film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2. Kejutan itu akan diberikan KTB akhir pekan ini.

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…