Seniman reog dan penari jatilan beraksi di parade dadak merak dalam rangka Milad PSRM Simo Budi Utomo UMP, Kamis (7/4/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Jumat, 8 April 2016 15:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

MILAD PSRM UMP
Parade Dadak Merak Tutup Perayaan Milad PSRM

Milad PSRM UMP ke-XII ditutup dengan acara parade dadak merak yang diikuti 50 siswa TK se-Ponorogo.

Solopos.com, PONOROGO — Puncak acara peringatan milad atau hari ulang tahun ke-XII Unit Kegiatan Mahasiswa Paguyuban Seni Reog Mahasiswa (PSRM) Simo Budi Utomo Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMP) dimeriahkan dengan parade 50 siswa taman kanak-kanak (TK) mengenakan dadak merak mini, Kamis (7/4/2016) sore.

Sejumlah seniman reog dari sejumlah daerah di Jawa Timur juga ikut meramaikan acara itu. Parade tersebut dimulai dari kafe Wakoka yang berada sekitar 1 km dari kampus UMP, 50 siswa TK beserta ratusan orang mengiringi kegiatan itu dengan ceria.

Empat dadak merak besar yang dikendalikan seniman reog juga ikut meramaikan parade itu. Selain itu, sejumlah orang dengan mengenakan pakaian khas penari jatilan juga ikut parade dan berlenggak lenggok selama parade berlangsung.

Ketua Umum PSRM Simo Budi Utomo UMP, Fajar Sifa’ul Qolbi, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan milad PSRM ke-XII telah selesai dan sesuai dengan tujuan. Dalam acara puncak UKM yang berfokus pada kesenian reog ini mengikutsertakan siswa TK dalam kegiatan parade tersebut.

“Alhamdulillah semua acara bisa berjalan dengan lancar. Peserta parade dari TK di Ponorogo juga ikut memeriahkan acara ini dengan membawa dadak merak mini,” jelas dia kepada Madiunpos.com di sela-sela acara, Kamis.

Dia berharap di peringatan milad ke-XII ini bisa menjadikan UKM PSRM menjadi lebih maju dan menjadi salah satu tempat penghasil seniman reog andal dan berkualitas.

Ketua Panitia acara Milad ke-XII PSRM Simo Budi Utomo, Dika Fikri L., menambahkan pada acara puncak ini melibatkan siswa TK dengan tujuan supaya anak-anak lebih mengenal kesenian dan budaya mereka.

“Kalau bukan kita yang memperkenalkan budaya dan kesenian reog ini kepada anak-anak, terus siapa lagi. Dan anak-anak pun terlihat gembira saat mengenakan dadak merak mini,” jelas dia.

Dika menambahkan pada puncak acara milad ke-XII ini, juga dihadiri sejumlah seniman reog dari Malang, Jember, Solo, Jakarta, Madiun, dan lainnya.

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…