Menara Masjid Agung Al Aqsha berdiri megah di Jonggrangan, Klaten Utara, Klaten, Jumat (8/4/2016). Anggota DPRD Klaten dari Fraksi PAN, Darmadi mengaku tak puas dengan pembangunan menara tersebut karena tidak sesuai dengan rencana awal, salah satunya keberadaan gardu pandang yang berada di ketinggian 30-an meter. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Menara Masjid Agung Al Aqsha berdiri megah di Jonggrangan, Klaten Utara, Klaten, Jumat (8/4/2016). Anggota DPRD Klaten dari Fraksi PAN, Darmadi mengaku tak puas dengan pembangunan menara tersebut karena tidak sesuai dengan rencana awal, salah satunya keberadaan gardu pandang yang berada di ketinggian 30-an meter. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Jumat, 8 April 2016 18:15 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Klaten Share :

MASJID AGUNG KLATEN
Legislator Tak Puas Pembangunan Menara Masjid, Ini Alasannya

Masjid Agung Klaten, kalangan legislator Klaten tak puas hasil pembangunan menara masjid.

Solopos.com, KLATEN–Anggota DPRD dari Fraksi PAN, Darmadi mengaku tak puas dengan pembangunan menara Masjid Agung Al Aqsha. Pembangunan menara masjid yang menghabiskan anggaran belasan miliar itu dinilai tidak sesuai rencana.

Hal itu diungkapkan Darmadi, kepada Solopos.com, Jumat (8/4/2016). Sebagaimana diketahui, pembangunan menara Masjid Agung menghabiskan anggaran Rp11 miliar. Dengan dana tersebut, Masjid Agung akan dilengkapi menara masjid dengan ketinggian 66 meter. Menara tersebut dilengkapi gardu pandang setinggi 30-an meter.
“Saya sebagai anggota DPRD Klaten tidak puas setelah melihat pembangunan menara masjid itu. Dari awal selalu ada perubahan desain. Awalnya, gardu pandang di atas [ketinggian 66 meter], tiba-tiba hanya di tengah [ketinggian 30-an meter],” katanya.

Darmadi mengatakan tidak sesuainya pembangunan menara masjid itu mengakibatkan DPRD sulit menyetujui penambahan anggaran di waktu mendatang.

“Saat ini, eksekutif justru akan meminta anggaran lagi untuk melanjutkan pembangunan menara masjid. Begitu melihat hasilnya, kami tak akan menyetujui pemberian anggaran terlebih dahulu. Kami tidak puas dengan hasil yang dicapai saat ini,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Klaten, Abdul Mursyid, mengatakan pembangunan menara masjid masih membutuhkan anggaran senilai Rp5 miliar. Dana tersebut untuk merampungkan pekerjaan finishing.

“Anggaran Rp5 miliar itu untuk finishing. Kalau komponen utama menara [struktur bangunan dan lift], sudah terpasang semua. Nanti diusulkan ke APBD Perubahan. Kalau tidak, ya dilanjutkan ke APBD 2017,” katanya.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Masjid Agung yang berdiri megah di Desa Jonggrangan Kecamatan Klaten Utara itu belum bisa digunakan warga. Anggaran pembangunan Masjid Agung di Klaten mencapai Rp60 miliar.

lowongan pekerjaan
PT. SEJAHTERA MOTOR GEMILANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….